Wednesday, October 3, 2012

In no senses...


Udah nonton film baru yang menghebohkan belum? No, no, no bukan film Resident Evil baru yang ceritanya maksa abis itu. Bukan juga filmTED yang cukup mengejutkan para orangtua yang sudah telanjur membawa anak-anak di bawah umur untuk menontonnya. Film yang gw maksud ini jauh dari kata box office dari segi pencapaian penghasilan. Jauh pula dari kilauan piala Oscar yang prestisius. Film yang akan gw bahas adalah sebuah film murahan yang sangat tidak artistik, tapi mampu membuat seluruh pandangan umat dunia tertuju padanya. Sebuah film berjudul Innocence of Muslims.
Innocence of Muslims adalah sebuah film asal-asalan yang diproduseri oleh Sam Bacile, yang pada perkembangan selanjutnya berkembang sebuah kabar bahwa Sam Bacile ternyata hanyalah nama samaran (nama aslinya katanya Nakoula Basseley Nakoula). Sutradaranya adalah seorang sutradara film porno, Alan Roberts. Sedikit sinopsis tentang film ini (karena ga’ perlu panjang-panjang juga bahasnya, ga’ penting!), film ini bercerita tentang Nabi Muhammad SAW yang digambarkan di luar pandangan manusia selama ini. Sang Nabi digambarkan agak bodoh, pendukung pedofilia dan homoseksual, serta terdapat adegan hubungan seksual antara si Nabi dengan wanitanya. Semua penggambaran yang sudah pasti salah ini akhirnya menyulut kemarahan mayoritas umat Muslim di dunia. Terjadi aksi protes di mayoritas negara Muslim yang ditujukan untuk kedubes Amerika. Korban jiwa akhirnya jatuh pada aksi protes di Libia.
Sebuah sampah anorganik yang mampu mengubah dunia. Tapi yang namanya sampah anorganik, tetaplah sampah anorganik. Perubahan yang dibawa tentunya adalah perubahan yang membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia. Dan karena anorganik sehingga sulit diurai atau dimusnahkan dalam waktu singkat. Sama halnya dengan film ini. Dampak yang ditimbulkan sangat negatif dan untuk menyelesaikan efek negatif yang telah ditimbulkan membutuhkan waktu yang lama. Jiwa yang tidak bersalah turut terlibat menjadi korban jiwa atas sebuah karya yang tidak bertanggung jawab. Tindakan pembuatan film ini memang tidak sepatutnya dipuji dan didukung. Tetapi apakah pembalasan berupa kekerasan harus dilakukan demi membela sang Nabi?
Ada beberapa tanggapan dari para petinggi ulama. Berikut ini beberapa fatwa yang berhasil gw temukan di beberapa website.
FATWA ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH ALU SYAIKH MUTFI
Menurutnya, jalan terbaik untuk membela Nabi Muhammad SAW adalah dengan mengikuti sunnah-sunnahnya, menyebarkan dakwah, mencontoh kehidupan beliau, dan menyebarkan nilai-nilai Islam.Tindakan tercela dan jahat dalam upaya mengedarkan film yang menghina Nabi Muhammad SAW tidak akan merendahkan kedudukanNabi Shallalahu’alaihi wasallam dan Islam. 
Dalam menyikapi tindakan jahat yang seperti ini hendaknya harus sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan As Sunnah. Kaum Muslimin tidak boleh membiarkan kemarahan mereka menjadikan mereka membunuh orang yang tidak bersalah dan menyerang fasilitas umum. Jika umat Islam mudah terpancing emosi, justru musuh-musuh Islam akan tercapai maksud dan tujuan mereka dalam memproduksi film ini. Abdul Aziz menghimbau semua negara dan organisasi internasional untuk mempidanakan tindakan menghina semua nabi dan rasul.
.
FATWA ULAMA WAHABI SALAFI
Ulama dari kalangan Wahabi Salafi Mesir bernama Ahmad Fouad Ashoush mengeluarkan fatwa mati terhadap para pemain dan kru film tersebut via forum-forum internet jihad pada akhir pekan lalu.
‘Para bajingan yang membuat film ini adalah para kafir yang suka berperang,’ cetus Ashoush seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/9/2012).
‘Saya mengeluarkan fatwa dan meminta semua pemuda muslim di Amerika dan Eropa untuk melakukan tugas ini, yakni membunuh sutradara, produser dan aktor-aktor serta semua orang yang membantu dan mempromosikan film ini,’ imbuhnya. 
.
FATWA DR IMARAH ULAMA AL-AZHAR MESIR
Dr. Imarah menegaskan bahwa marah karena Allah, Rasul dan untuk sesuatu yang sakral dalam agama adalah wajib. Namun ia menekankan bahwa Nabi Muhammad SAW  melarang membunuh manusia, meskipun itu non-Muslim. Dr. Imarah mengatakan bahwa Barat menggambarkan Islam seperti fasisme, karena 10% dari gereja-gereja di Eropa ditutup karena berpindah kepada Islam, penggunaan nama ‘Muhammad’ untuk anak yang lahir di Eropa semakin meningkat, dan di sana ada orang yang masuk Islam setiap harinya.
.
So, ada dua pendapat yang saling bertentangan disini. Tetapi mayoritas umat Muslim mengambil tindakan berperang dengan kekerasan untuk melawan penghinaan ini. Kalau menurut gw sebenarnya tindakan kekerasan itu tidak perlu terjadi. Sungguh amat dapat terlihat motif sebenarnya dari pembuatan film ini adalah mengadu domba antar umat agama di dunia. Mengapa gw bilang sungguh amat dapat terlihat? Ya lu liat aja dari kualitas film yang tercipta. Jelek banget dan asal-asalan, kan? Yang penting disini cuma agar Nabi Muhammad SAW terlihat bodoh dan para pengikutnya marah. Seharusnya dari melihat kualitas saja sudah terlihat bahwa yang membuat film ini adalah orang-orang tolol yang ga’ punya otak. Apakah omongan atau pendapat orang yang ga’ punya otak itu wajib kita dengerin? Tentu tidak, kan? Jadi, buat apa kita terpancing hanya karena omongan orang tolol. Justru kalau kita terpancing akan memperlihatkan siapa sebenarnya yang lebih tidak pintar dari orang tolol yang sebenarnya. Disini gw sangat setuju dengan fatwa dari Abdul Aziz yang memilih tidak menanggapi kasus ini dengan kekerasan. Gw yakin bila Nabi Muhammad SAW sendiri masih hidup, dia akan menyuruh para pengikutnya untuk belajar bersabar dan tidak mendendam. Itu adalah kunci dari sebuah perdamaian.
Gw memang bukan termasuk umat Muslim. Tapi bukan berarti gw tidak pernah mengalami kasus pelecehan agama serupa. Gw Katholik danTuhan Yesus adalah objek yang sering dijadikan bahan olokan. Baik itu penghinaan dengan cara yang bodoh maupun yang pintar. Penghinaan yang pintar menurut gw adalah novel Da Vinci Code karya Dan Brown.Dan Brown dengan lihainya menggabungkan sebuah fakta yang cukup realistis dengan kehidupan Tuhan Yesus sehingga orang-orang sempat mempertanyakan keaslian kisah Tuhan Yesus di Alkitab dan membandingkannya dengan versi Dan Brown. Banyak protes yang dilayangkan dari umat Protestan. Tetapi untungnya tidak berujung hingga tindakan kekerasan. Kembali lagi ke sikap yang gw ambil, gw tetap mempercayai iman gw yang percaya bahwa Tuhan Yesus tidak seperti itu. Gw tetap membaca novelnya dengan seksama hingga menonton filmnya dan menjadikannya sebuah bahan pembelajaran. Bahan pembelajaran bahwa setiap manusia memiliki pandangan dan daya imajinasi terhadap sesuatu hal. Dan semua keanekaragaman itu memang Tuhan-lah yang menciptakan. Tugas manusialah untuk dapat saling tenggang rasa dalam menjalin hubungan antar individu yang berbeda.
.
[?] Am I Innocent enough to write this article? You decide!

See you on another match...

Ans: PING!

Gw: Apa ce...

Ans: Lu skrg main dimana? Kok ga' join di Kuningan lagi?

Gw: Hahahaha. Iye. gw udh ga' join di klub sana. Secara kerjaan udah pindah ke Jakarta Barat.

Ans: Ow... Main dimana sekarang?

Gw: Di Puri. Ada lapangan tennis ok disana. Lu pernah main kesana kan yg pas latih tanding sama mantan atlet siapa gitu.

Ans: Iya. Gw pernah main disana, tiap hari Selasa ada perkumpulan disitu. Gw bintang tamu aja sekalian tebar pesona.

Gw: Sudah ketebak motif lu apaan.

Ans: Hehehehe. Btw kapan2 main bareng yuuuuk. Dimana gitu.

Gw: Lu msh join di Kuningan? Main dimana skrg?

Ans: Ga' join lagi. Kalo gabung sm mereka bisa turun level gw. Hahahaha suombooong. Skrg gw kadang main di tj. duren.

Gw: Ow gretongan dooong. Main sm yg lu taksir kapan hari itu?

Ans: Hehehehe. Ga' jugaaaaa. Mainnya kan rame2.

Gw: Rame2 di lapangan apa di 'lapangan'?

Ans: Ini main apaan siy sebenernya di pikiran lo!

Gw: Main bola bukan? Bola tennis, kan?

Ans: Hihihihi. Kapan2 main bareng lagi yuk jeng. Kangen niy udh lama ga' rumpi2.

Gw: Yuk2. Cuma gw udh lama ga' main tennis. Kemampuan menurun. Ntar gw private dulu ya ngebiasain tangan dulu.

Ans: Jiaaaah. Ga' level donk sm ik. Ga' jadi ah.

Gw: Tempong yaaaaa!!!!

Ans: Hahahaha. Kabar2i ya jeung.

Gw: Ok!! Gw lanjut kerja dulu ya...




2 minggu kemudian...

Sebuah BBM text dari Ek membuat gw terdiam dan tertegun selama beberapa detik.



'Jep, Anesh udah ga' ada ya? Coba lu liat status BB dan facebooknya. Udah rame tuh dibicarain orang'



Is it real? Apa pikiran gw yang salah mengartikan semua huruf-huruf di dalam BBM text itu. Gw segera melihat status BB dan facebook yang bersangkutan. Dan semuanya tepat seperti apa yang Ek katakan. Tidak ada satupun yang salah. Anesh telah pergi dari dunia ini untuk selamanya.

Tiba-tiba...

Semua terjadi begitu tiba-tiba...

Sudah seperti layaknya sebuah kematian, dimana hanya Tuhan yang tahu kapan datangnya.

Di siang hari tanggal 1 Oktober 2012, Anesh meninggal di Rumah sakit. Penyebab kematiannya masih simpang siur antara jantung dan sesak nafas. Sampai akhirnya kabar terakhir dari kakak iparnya mengatakan bahwa Anesh mengalami radang paru-paru. Tentunya mengejutkan karena di mata gw, Anesh adalah sosok yang sangat prima. Staminanya ketika bermain tennis patut diacungi jempol. Begitu pula dengan pukulan-pukulan keras dengan penempatan akurat. Di antara peserta lain di klub tennis yang gw ikuti, Anesh adalah peserta dengan kemampuan tertinggi. Tak heran bila piala kejuaraan klub sempat diraihnya hingga 2 kali. Di klub, kami berdua dijuluki pasangan cici dan mey2 dikarenakan 2 orang inilah yang dengan bebasnya mengekspresikan pilihan orientasi seksualnya. Yes, we are open gay. And we are Chinese. Jadi, ga' heran bila julukan cici dan mey2 melekat di kami berdua.

Obrolan gosip tentunya akan sangat gw rindukan. Kalimat-kalimat silet, nyablak dan jujur tidak akan pernah terdengar lagi. Pujian-pujian narsis terhadap dirinya sendiri yang selalu menyamakan diri dengan Maria Sharapova juga akan hilang. Dan tentunya, pukulan keras dan akurat itu tak akan pernah terlihat lagi di lapangan tennis manapun. Selamat jalan Anesh. Kalau kita bertemu lagi di surga, kita lanjut main tennis bareng lagi yah. RIP and GBU always cici...




.

[?] RIP Anesh Walenshapova...


Monday, October 1, 2012

one WORD

Kemarin malam tiba-tiba saja muncul sebuah broadcast message di BBM gw dari si DP. Bunyinya : DESCRIBE ME IN ONE WORD! Tanpa pikir panjang gw langsung ketik kata ‘BENCONG’. Xixixixixi. Walaupun gw tau maksudnya dia bukan itu tapi gw tergelitik untuk menggodanya malam itu. Setelah muncul tanda rolling eyes dari dia akhirnya gw meralat jawaban gw menjadi ‘MANJA’. Dan dia tetap muncul dengan rolling eyes. Iiiih ni banci maunya apa siy ciiiin.

Malam itu ingatan gw menjadi flashback ke tahun 2008 dimana permainan sebar pertanyaan ini cukup booming kala itu. Dan gw ingat sekali kalau waktu itu cukup banyak yang membalas message gw dengan jawaban-jawaban singkat namun mengena dan semua jawaban itu gw tulis di diary gw. Pagi ini gw segera membuka-buka kembali diary 2008 gw dan menemukan tulisan itu masih tertera dengan manis di salah satu halamannya. Berikut rangkuman jawaban dari mereka. Tidak semuanya gw tulis disini karena kalau ditulis semua nanti bisa hang tumblr-nya;D



moody

playful

bitchy

lincah

hot

happy

seru

ancur

unik

bawel

aneh

gila

delight

bencong

unussual




Hayoooo buat teman-teman gw yang baca postingan gw ini adakah yang masih ingat dengan jawaban kalian kepada diriku? Atau jangan-jangan jawaban kalian sudah berubah seiring dengan pertumbuhan pendewasaan yang aku alami. Xixixixixi. Ga’ lah, gw ga’ berubah. Gw tetap seru, bawel, ancur dan bitchy. Gw tetap HOT (sambil melihat tumpukan lemak di perut gw) dan membuat semua mata dunia tertuju padaku. Gw tetap bencong yang unussual. Cuma yang gw protes sih sama jawaban moody. I’m not moody. Yah semua orang pasti punya moment dimana dia down dan up. Gw siy berusaha untuk menjadi orang yang tidak terlihat sedang punya masalah aja siy dan bagi yang menjawab moody, mungkin kala itu gw sedang menghadapi masalah yang berat jadi bawaannya marah-marah mulu.

Gw sendiri siy cukup bingung kalo menjawab pertanyaan itu terhadap diri gw sendiri. Gw merasa satu kata saja tidak cukup untuk menggambarkan diri gw. Tapi setelah gw pikir-pikir, setelah gw rangkum, setelah gw melihat dari banyaknya jawaban yang masuk serta respon mereka yang cukup mengenal gw dengan baik, satu kata yang mungkin bisa gw bilang adalah ‘LOVABLE’.

.

[?] What do you think?

Single because of Workaholic/Workaholic because of Single

Statement itu muncul di tengah ngobrol-ngobrol tengah malam antara gw sama Bee di salah satu kedai di Sabang. Sesekali ditemani oleh alunan pengamen jalanan yang tiada henti mendendangkan lagunya yang berharga ratusan perak. Tak jarang juga suara-suara rintihan kendaraan umum ikut nimbrung di tengah perbincangan kami. Topik tersebut muncul ketika membahas jadwal kerja gw yang super padat sampai-sampai susah banget diajak ketemuan. Yes, I’m workaholic! Tapi kemudian Bee melontarkan sebuah statement yang cukup penting untuk ditelaah lebih jauh.

‘Sebenarnya pilihannya ada dua. Kamu single karena workaholic atau sebaliknya, workaholic karena kamu single’

So which one? Terus terang malam itu gw belum menemukan jawabannya. Karena gw sendiri bingung gw termasuk tipe yang mana. Akhirnya pada hari Senin gw mengganti status YM gw dengan statement itu. Berharap teman-teman seperkeppoan gw akan tertarik untuk menanggapi statement yang cukup mengganggu itu. Muncul juga akhirnya beberapa komentator dan di antaranya yang paling menarik hasil penerawangannya adalah si Po.



Po: Workaholic because of single.

Gw: Why? ;D

Po: Iya pasti itu. Karena kamu single, kamu berusaha mencari kesibukan sebagai pelarian kamu. Karena kamu ga’ ada orang lain buat dipikirin akhirnya kamu larinya ke kerjaan. Coba kalau kamu punya pacar, pasti sesibuk apapun kerjaan berusaha pengen ketemu. Kerjaan cepet-cepet dikelarin biar malemnya bisa kencan.

Gw: Hmmmm…Gitu ya.

Po : Iya donk. Pasti itu.

Gw: Hahaha good point. Ntar gw teliti lagi deh. Thx buat jawabannya.



CORRECT! Jawaban dari Po ternyata benar. Semenjak gw deket sama Bee, gw selalu berusaha menyelesaikan pekerjaan gw secepat-cepatnya biar bisa ada waktu ketemuan. Kalau pun sampai tidak ada waktu, midnight pun dijadikan alternatif waktu buat kencan. Jadi alasan single karena tidak ada waktu karena terlalu sibuk bekerja tidak terlalu match dengan gw. Mungkin pada saat fase berkenalan, gw selalu bilang ga’ punya waktu karena gw lebih mementingkan pekerjaan daripada orang-orang yang ingin bertemu dengan gw. Orang-orang yang belum gw terlalu kenal itu belum memunculkan tanda ‘PENTING’ di otak gw. Nah, ketika gw bertemu Bee dan menganggap dia spesial, semua masalah waktu dan pekerjaan itu seolah-olah dapat diselesaikan dengan berbagai solusi yang semuanya kembali ke diri gw sendiri bagaimana cara memecahkannya.

Yes, I’m busy. Yes, I’m workaholic. Tapi selalu ada waktu buat orang spesial dalam lingkaran jam kehidupan gw. Itu kenyataannya.

.

[?] So, what about you?

welcoming my BEE

Satu setengah tahun lamanya relationship status gw tidak mengalami perubahan yang signifikan. Sempat sih ada perubahan menjadi It’s complicated pada saat masa-masa gw jadi orang ketiga, tapi status single itu tidak pernah berubah menjadi in a relationship. Selama masa jombloisme ini banyak rekan-rekan sejawat yang berusaha menjadi mak comblang gw. Mengenalkan gw ke teman atau pun sahabat mereka dengan harapan ada seseorang yang gw suka dan akhirnya menjadi pacar. Tapi hasilnya nihil. Malahan Han, salah satu mak comblang gw, pernah mendapatkan pertanyaan dari temannya: Ujep kenapa sih kok masih jomblo?. Jawaban Han adalah: Ujep itu selalu jatuh cinta dengan orang yang salah. Kalau ego defensif gw sih menjawab: Belum menemukan orang yang tepat saja.

2 bulan yang lalu gw lagi rajin-rajinnya buka Grindr, sebuah messenger khusus binan. Buka tiap hari, diajak atau pun mengajak kenalan peserta-peserta yang ada di dalamnya tanpa pikir panjang apakah gw ada waktu untuk menemui mereka. Maklum saja saat itu brand-brand gw pada beriklan semua sehingga waktu hidup gw tercurahkan hanya untuk pekerjaan. Sampai pada suatu malam gw bertukar ym id dengan seseorang. Dari pertukaran id berlanjut menjadi chatting. Dari chatting berlanjut ke pertukaran account facebook dan manjam. Dari situlah gw baru tahu bahwa yang bersangkutan ternyata masih brondong. Aduh…I hate brondong.

Yang bersangkutan mengajak gw ketemuan. Karena gw sibuk banget dan ga’ bisa ninggalin kerjaan, gw menawarkan dia untuk bertemu di salah satu mall tempat gw bekerja waktu itu pada saat gw break 1 jam. Tentu saja pertemuan itu tidak terjadi karena gw kesannya kok sok penting banget yah. Xixixixixi. Yah apa mau dikata, memang gw setiap hari kerjaannya kayak gitu kok. Ya sudahlah let it flow.

Tiba saatnya gw yang ngajak ketemuan dan ternyata yang bersangkutan sedang liburan ke Bali. And again and again pertemuan selalu saja batal terjadi. Walau pun kita tidak bertemu, komunikasi ym masih terjalin walau pun tidak terlalu sering. Akhirnya pertemuan itu terjadi pada 5 Maret 2011 di Sushi Tei Plaza Indonesia. Menunggu selama 53 menit karena yang bersangkutan telat karena macet, akhirnya penantian gw terbayar. Muncullah sosok yang tidak terlalu tinggi dengan tipe body slim fit duduk di samping gw. Pembicaraan yang terjadi bukan seperti orang yang baru kenal. Hinaan dan ejekan banyak mengisi atmosfer meja kami saat itu. Tak puas sampai disitu, kami memutuskan nonton King Speech di Studio XXI. Belum puas juga ngobrol-ngobrolnya, kami pun melanjutkan perbincangan kami di salah satu kedai di Sabang.

Begitulah kira-kira gambaran pertemuan pertama kami. Hari demi hari gw semakin mengenal dirinya. Yang bersangkutan ternyata adalah orang yang sangat open dan merdeka dengan orientasinya. Kejujuran dan keterbukaan adalah daya tarik utamanya. Dan masalah dia brondong seakan-akan sirna dengan sendirinya karena ternyata dia bukanlah brondong yang odonk. He is smart. Satu nilai plus lagi adalah ketika mengetahui dia memiliki kacamata yang selama ini jarang digunakannya karena dia menggunakan softlens. Dan ketika dia bertanya apakah bagusan pakai kacamata atau tidak tentu saja para hadirin sudah mengetahui jawaban yang keluar dari bibir saya.

Why Bee? I like the way you talk. Ceplas ceplos straight to the point. Sering menusuk dan bernada menghina tapi gw tahu semuanya itu sebenarnya hanya candaan untuk menyaingi kegokilan gw. Just like a bee. Tusukannya tajam menghujam tapi sebenarnya rapuh, karena setiap kali dia menusuk, dia akan mati sendiri. Aslinya ga’ mati beneran loh ya, ini cuma mengambil sedikit analoginya aja. Lagipula namanya terdiri dari 3 suku kata dan suku kata kedua kalau dilafalkan sama dengan pelafalan Bee. So…MATCH!

1 April 2011 kemarin gw menyatakan cinta dengan cara yang tak biasa. Tidak ada bunga. Tidak ada makan malam romantis. Sebuah kombinasi antara April Mop dengan lamaran pernyataan cinta gw gabung menjadi satu. PM me sist’ kalo mau tahu detail ceritanya. Yang pasti hasilnya sukses. Gw mengganti seluruh relationship status gw pagi ini dari single menjadi in a relationship. Thx to God yang udah membiarkan dia masuk ke kehidupan gw dan menceriakan hari-hari gw. Semoga langgeng senantiasa yah Bee. I love you Bee.

.

[?] from: Cumi

Si Muka Boros

Ya nasib ya nasib punya muka boros. Umur masih muda tapi muka kelihatan tua. Ga tua bangka siy, cuma tebakan orang-orang di sekitar terhadap umur gw cukup membuat diriku sedih. Sejak umur 22 tahun, orang-orang selalu menilai bahwa gw umur 28. Ada juga yang 30, tak jarang pula yang 26 (tapi itu sedikit persentasenya…uhux). Dan reaksi mereka setelah gw menyebut umur gw yang sebenarnya adalah ‘SERIUS LU?’, ‘GA SALAH?’, ’ KOK TUA BANGET TAMPANGNYA’, etc.

TERIMA KASIH SODARRRAAA-SODARRRRAAA SEKALIAN!!!

Yah apa boleh buat. Mungkin kondisi wajah gw ini disebabkan karena gw suka bergaul sama orang-orang yang usianya jauh di atas gw. Bukan karena apa-apa, gw suka aja bergaul sama orang yang lebih dewasa karena pemikiran dan pandangan gw memang tidak sesuai dengan umur gw. Banyak orang bilang gw dewasa. Banyak orang bilang kata-kata yang terucap dari bibir gw sangat tidak disangka oleh mereka, ini bila berhubungan dengan kasih saran, konsultasi dan sebagainya. Di lingkungan kantor aja gw yang paling muda dan teman-teman gw umurnya rata-rata ya sesuai dengan tebakan orang banyak terhadap umur gw. Di lingkungan binan aja gw ngumpulnya juga sama binan-binan manula seperti enci jry, nci xing2, mami wil, madam we2 (alias madam li mo chow) dan masih banyak lagi.

Gw curiga. Gw benar-benar curiga. Jangan-jangan gw menjadi tua karena kemudaan gw terserap oleh binan-binan manula itu. Secara tidak sadar diam-diam mereka menghisap sari pati kemudaan yang gw miliki. Sebelum gaul sama mereka wajahku imut nan menawan loh. Beneran deh. Tapi semenjak gw kumpul sama mereka entah mengapa kok wajahku semakin menua ya. Pakai aji-aji apa mereka sebenarnya yah. Xixixixi. Habis ini pasti gw langsung dilempari wedges binan-binan manula itu.

Kalau menanggapi orang-orang yang salah nebak umur sih gw dah biasa. Kebanyakan dari mereka juga nebaknya masih standar-standar aja. Tapi ada kalanya ada kasus yang benar-benar bikin senewen.




Kasus 1

Selesai melakukan latihan di Celebrity Fitness Ex, gw melakukan rutinitas gw yaitu berpanas-panasan di sauna. Gw doyan banget sauna soalnya badan jadi anget dan rasa lelah itu bisa sedikit menghilang. Semacam relaksasi gitu deh jatuhnya. Malam itu sauna cukup sepi. Gw masuk ke sauna dan hanya ada 2 orang di dalamnya (dan thx God mereka bukan tikus sauna). Tak berapa lama kemudian bara arang mulai memanas dan kedua orang itu keluar dari sauna. Wah asik nih gw sendirian, bisa selonjoran kaki, pikir gw kala itu.

Tiba-tiba masuklah seorang pria perawakan sedang dengan perut membuncit duduk di dekat gw. Tampangnya kayak engkoh-engkoh yang jualan di Glodok gitu deh alias sudah tidak muda lagi. Ga’ tertarik buat ngeliatin, gw pun duduk menunduk.

‘Rajin ngegym disini ya?’

Kata-kata itu memecah kesunyian. Pria perawakan sedang dengan perut membuncit (kita sebut saja pria PSDPM) itu bertanya pada gw.

‘Oh, lumayan’, jawab gw.

‘Pantes…Badannya oke’, sahutnya lagi.

Ow ow ow makasih looooh. Saya sudah biasa mendengar kata-kata itu. Padahal gw pikir, badan gw kan udah ga’ sekenceng dulu lagi. Cuma kok masih ada aja yang komen kayak gitu. Sekali lagi terima kasih.

‘Oh…Biasa aja…Udah jarang ngegym juga sekarang’, jawab gw sok merendah.

‘Hari ini latihan apa, koh?’

Ngggggg permisi…Apa gw ga’ salah dengar ya? You call me koh. With ‘H’ di akhiran pula. Lu manggil gw ko aja gw udah senewen, apalagi with ‘H’. Uuuuuugh. Jadi lu anggep gw lebih tua dari lu. Sudah pasti…Sudah jelas orang ini ga’ rabun, tapi udah buta. Panasnya bara arang di dalam sauna semakin memanaskan hatiku. Ini orang basa-basinya dah ok kenapa kudu di akhiri dengan basa-basi busuk sih. Senewen!

‘Chest!’, dan gw segera berlalu keluar dari sauna.


Kasus 2

Sabtu itu di Puri Mall sehabis ngegym, gw dan my sist’ sudah mau pulang. Berhentilah gw seketika ngeliat tulisan di poster besar di lantai dasar. SALE S&K UP TO 50%. Kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada diskon. You know me so well banget deh S&K. Kebetulan banget gw lagi butuh celana panjang jeans. Mendekatlah kami berdua melihat-lihat barang yang dipajang.

‘Diskon 50% S&K-nya’, sapa SPB muda yang prediksi gw umurnya ga’ lebih dari 20 tahun.

Karena SPB itu ga’ imut dan menarik, ya pandangan gw tetap konsentrasi tertuju pada celana jeans yang dipajang. Bentuknya bagus-bagus dan harganya setelah di diskon tidak terlalu mahal. Akhirnya hatiku yang cenat-cenut ini menjatuhkan pilihan pada 2 celana. Tergodalah diriku untuk mencobanya.

‘Mas, yang ini sama yang ini nomor 32 ada ga’?’, tanya gw dengan ramah.

‘Oh…yang ini ada 32, tapi yang ini adanya nomor 30, om’, jawab SPB itu sambil mencari-cari di tumpukan celana yang gw maksud.

(bayangkan ini echo di gendang telinga lu)

OM….

OM…

OM..

OM.

OM?!

APAAAAAAAA? BUTA ya lu manggil gw OM? Iya kalau gw salah kostum datang ke situ. Ini gw habis ngegym which is wardrobe gw gaol abesss gitu. Apa latar belakangnya dia manggil gw OM? Gw berusaha sabar. Mungkin dia salah lihat. Senyuman satir masih mengganjal di sudut bibir gw. Gw dan my sist’ saling berpandangan. My sist’ berbisik ke gw : ‘Kalau lu om, gw tante donk’

‘Ok…Gw coba 2 2 nya deh. Kamar gantinya dimana?’, tanya gw lagi.

‘Di sana, om’

[JLEB number 2]

Gw segera meluncur ke kamar ganti yang dia tunjuk. Di tengah perjalanan gw melihat-lihat lagi celana pendek yang di pajang di tempat lain. Diskon juga rupanya.

‘Itu diskon 50% juga, om’

[JLEB number 3] STOP IT! Gw udah tau dan lu ga’ usah nawarin gw kalau masih pakai kosakata om itu!

Gw masuk ke kamar ganti. Setelah mencoba-coba akhirnya gw menyerah dengan ukuran 30. Emang harus menerima fakta kalau perut ini semakin melebar. Hix. Hanya saja bentuk celana yang ukurannya ga’ ada itu sangat unyu. Maka dari itu gw ga’ pantang menyerah. Gw membuka tirai sedikit dan menyuruh my sist’ menanyakan apa benar nomor yang gw mau benar-benar habis. My sist’ langsung menanyakan ke SPB yang bersangkutan. Tak lama kemudian, terdengarlah hasil contact report dari SPB itu.

‘Adanya tinggal nomor 30, tant’

WAKAKAKAKAKAKAKAK….[JLEB number 1 for you dear]

Tiba-tiba tirai gw dibuka seperempat sama my sist’. Sambil melotot dia berkata ketus ke gw : MASA GW DIPANGGIL TANTE! Bencooong gw lagi ganti baju tauuuuuk!!!

‘Yang nomor 32 adanya cuma yang model satunya lagi, tant’

[JLEB number 2 again for you] Tirai pintu ganti menutup. Kebayang muka my sist’ udah kayak apa.

Sambil cekikikan sendiri gw mengenakan kembali pakaian asli gw. Setelah selesai mencobanya, gw segera keluar dan menyerahkan celana yang mau gw beli ke SPB itu.

‘Jadi diambil, om?’

[JLEB number 4]

‘Gw ambil yang ini aja!’, sahut gw.

‘Yang lainnya mungkin, om? Masih banyak yang diskon’

[JLEB number 5]

‘Udah itu aja. Bayarnya dimana ya?’, tanya gw dengan muka datar.

‘Disana, om. Bisa dengan kasir ini’

[JLEB number 6]

SPB itu segera menyerahkan celana gw ke SPG yang bertugas sebagai kasir.

‘Silahkan, sebelah sini, kak’, sapa SPG ramah itu.

ALHAMDULILAH ADA YANG WARAS JUGA AKHIRNYA!

‘Terima kasih, om’

[JLEB number 7] YA AULOOOH, masih loh dese…Jauh-jauh deh dari hidup gw!

Akhirnya gw melakukan transaksi pembayaran di kasir. Setelah menggesek kartu kredit gw, gw berbicara ke SPG kasir yang kebetulan di sebelahnya ada manager pameran S&K itu.

‘Mbak, tolong bilangin ke SPB yang ngelayanin saya itu tadi. Kalau manggil orang jangan pakai ‘OM’ donk. Masa saya dipanggil ‘OM’. Do I look like OM OM. Gw belum punya anak loh. Kakak saya juga masa dipanggil TANTE’, bercelotehlah gw yang ujung-ujungnya bernada komplain.

‘Waduh, maaf ya, kak. Ntar saya bilangin deh anaknya’, jawab SPG itu.

‘Iya, jangan diulangi lagi ya. Ga’ enak dengernya’, sahut gw.

‘Maaf ya, kak.’

Gw segera berlalu meninggalkan pameran itu. Kelanjutan dari nasib SPB itu gw ga’ peduli. Yang penting hal ini jadi pembelajaran juga buat dia supaya ga’ mengulangi kesalahan yang sama. Dimana-mana ajaran memanggil khas SPG dan SPB di toko adalah ‘KAK’. Nyokap gw aja dipanggil ‘KAK’ masa gw ‘OM’. HUH! Dan my sist’ dengan senyuman penuh kemenangan berkata pada gw : ‘BAGUS!!!!’

.

[?] ng ng ng ng…panggilnya jeng ini…(ala jeng kellin)

Having a strong feeling of or showing annoyance, displeasure or hostility

a.k.a MARAH…

Apa yang kamu lakukan kalau lagi marah?

Tiap orang pasti punya cara yang berbeda-beda dalam menghadapi situasi marah ini. Ada yang langsung mengeluarkan kata-kata kotor, sumpah serapah nan indah. Atau mungkin langsung menonjolkan bisep dengan diiringi kata-kata ancaman. Atau mungkin juga memendam dalam hati untuk dijadikan dendam, dibalas kemudian hari. Beda orang, beda personal, beda cara marahnya juga.

Gw siy sebenarnya tipikal orang yang lumayan bisa mengendalikan emosi gw. Gw akan berusaha untuk terlihat baik-baik saja walaupun gw ga’ suka dengan suatu keadaan yang ada. Kata-kata yang keluar dari mulut gw akan terkesan datar dan berusaha mencari solusi untuk memecahkan masalah yang ada. Tapi kalau gw lagi stress atau berada dalam kondisi dihantam masalah bertubi-tubi secara bersamaan, gw bisa MELEDAK!

MELEDAK disini adalah dalam artian gw akan mengeluarkan kata-kata setajam silet, golok, parang, samurai dengan lengkingan nada hingga oktaf ke 7. Kalau gw udah kayak gitu, berarti mengertilah. Lebih baik menyingkir daripada akan terjadi perang dunia. Itu yang akan gw lakukan kalau gw ga’ terlalu respect sama orang yang bersangkutan. Karena apa? Karena gw berpikir who the hell are you berani-beraninya ruin my day dengan semua masalah yang lu bebankan ke gw. Senggol bacok!

Tapi apa jadinya kalau yang membuat gw marah adalah orang yang gw sayangi? Orang yang gw hargai keberadaannya? Gw akan memilih untuk diam. Diam untuk mencari ketenangan. Diam hingga kepala dan hati gw dingin sehingga bisa mencerna masalah yang ada. Dan dari semua itu yang terpenting adalah, gw diam supaya gw tidak mengeluarkan kata-kata yang akan menyakitkan orang yang gw sayangi itu. Susah memang untuk meredakan amarah dengan cara diam ini. Karena sebenarnya mulut masih ingin berbicara mengeluarkan kata-kata protes atas keadaan yang ada hanya saja gw berusaha mengerem supaya tidak keluar. Bagaikan menahan ejakulasi di kala klimaks (loh kok?;) Semuanya itu gw lakukan demi kebaikan bersama, walaupun tak jarang dari pihak yang bersangkutan terus memborbardir dengan beragam pertanyaan kenapa gw diam saja dan tidak merespon ucapannya. Maaf tapi memang itulah gw.



Gw jadi ingat pas dulu mengetahui kebenaran tentang Mikael yang ternyata sudah punya tunangan. Gw marah. Marah sekali. Kecewa karena merasa dibohongi. Yang gw lakukan adalah selama seminggu lebih gw hanya diam. Menunggu apakah ada penjelasan atau sebuah pengakuan dari dia. Dan ternyata bukan pengakuan yang gw dapatkan melainkan kata-kata marah dengan nada tinggi yang seolah-olah membuat gw menjadi pihak yang salah. Gila! Bukan gw yang salah kenapa jadi gw yang dibuat salah. Akhirnya gw labrak aja sekalian dan gw keluarkan semua kata-kata makian dan sumpah serapah tingkat tertinggi yang gw punya. Giliran dia yang terdiam, mungkin shock darimana gw mengetahui kebenaran itu dan mungkin juga shock mendengar kata-kata yang keluar dari bibir gw yang seksi ini;D



Jadi, dear my all best friend di mana pun kalian berada. Kalau gw diam pada saat kita sedang mengalami sebuah pertengkaran, itu bukan berarti gw benci sama lu sampai-sampai gw ga’ mau ngomong sama lu. Sebaliknya, justru karena gw sayang banget sm lu supaya kata-kata ga’ enak gw ga’ sampai di telinga kalian. Gw ga’ pengen hubungan memburuk hanya karena kemarahan sesaat. Lebih baik meluangkan waktu sejenak untuk cooling down dengan end result yang baik di kedua belah pihak daripada mengeluarkan kemarahan yang akhirnya akan berujung dengan sebuah kondisi ga’ enak yang berkepanjangan, kan?;)

.

[?] inhale…exhale…

The EX

emanaaaaaa janjiiiii manismuuuuuuu…

emencintaaaa iiiii kuuuuuuu esam paaaaiiiiii matiiiiii…

kinniiiii engkauuuuu pun pergiiiii…

saat kuuuu terpuuuuu ruuuk sen di riiiiii…

aaaa kulaaaaah…

(ayo semuanya, * sambil mengarahkan mike ke penonton)

SANG MAAAAN TAAAAAN…

aaa kuuu laaaah SANG MAAAAN TAAAAAN huooooooo…





Dan gemuruh tepuk tangan mengakhiri sebuah lagu persembahan dari gw. Siapa sih yang pengen punya mantan? Gw ga’! Gw siy maunya yang happilly ever after. Semuanya juga mau gitu kali ya…Xixixixi. Gw paling ga’ suka putus. Karena kebanyakan dari yang sudah-sudah, hubungan antara gw sama sang mantan pasti ga bener. Ga’ sehat. Ga’ bisa akrab seperti dulu lagi. Makanya gw iri banget ngeliat kerukunan antar umat yang terjadi antara Jry dan Xing. Mereka mantan yang paling mesra yang pernah gw temuin. Bahkan mereka saling support each other tentang masalah kehidupan. Glad to see that.

Nah, kalau sudah telanjur punya mantan, hal yang paling ga’ enak yang harus terjadi adalah rasa bias pada pertemuan pertama setelah beberapa waktu berselang dari waktu putus. Maunya sih tampil perfect kalau ketemu sama sang mantan biar sang mantan akan berpikir betapa ruginya dia putus sama gw. Tapi yang kebanyakan terjadikan pertemuan itu akan terjadi secara tiba-tiba dan unprepare. Gimana kalau gw lagi jerawatan? Gimana kalau gw lagi gendut? Gimana kalau muka gw lusuh akibat ga’ tidur berhari-hari gara-gara kerjaan? Gawat, kan? Dan dengan mudah akan timbul wacana di benak mereka : ‘Wah habis putus dari gw ternyata si Ujep jadi berantakan ya’. TIDAAAAAAK!!!

Xixixixi. Mungkin itu cuma pikiran dari otak negatif gw. Dalamnya orang siapa yang tahu.





Sang Mantan 1

Gw putus ga’ baik-baik. Berantem sampai ga’ ngomong lagi. Dan pertemuan kembali terjadi secara tidak sengaja sekitar satu tahun setelah kita putus. Gw lagi nemenin cewe gw daftar jadi member di Celebrity Fitness Tunjungan Plaza di Surabaya. Dan pas gw lagi dengan seksama mendengarkan rayuan gombal dari consultant Celebrity Fitness itu muncullah sosoknya. Guz, pria berkulit gelap dengan kaos ketat itu tiba-tiba hadir di gym club itu. Dan dia tidak sendiri melainkan bersama kekasih barunya yang bisa dibilang lucu, putih nan cute. Mata saling beradu. Ucapan salam pun terlontar.

‘Hei’

‘Hei’

The end. Cuma itu yang terjadi. Dia pasti cerita ke pacarnya kalau gw mantannya. Tapi gw ga’ bisa cerita ke cewe gw kalau itu mantan gw. Bisa di lempar barbel deh gw. Kita tidak tahu kekuatan tersembunyi seorang wanita bila gelap mata, kan?





Sang Mantan 2

Putus agak kurang baik-baik. Penuh linangan air mata. Hanya karena tidak kuat lagi menjalani hubungan LDR Indonesia-Cina kala itu membuatku mengucapkan kata ‘PUTUS’ padanya. Jujur dalam hati gw masih sayang sama dia. Cuma banyak masalah internal lain yang akhirnya membuatku berada di ujung kelelahan. Hingga akhirnya Toi pulang ke kembali ke Jakarta dan gw sudah kerja di Jakarta, gw tidak berani untuk menemuinya. Karena gw takut jatuh cinta lagi. Yup, takut jatuh cinta lagi sama sang mantan. Karena gw tahu dia akan memutuskan untuk kembali menuntut ilmu di Australia. Hufff ini anak doyan banget ya belajar. Pinterrrrrr…Jadi gw menjaga agar hubungan itu tidak terjalin lagi meskipun beberapa kali dia sempat mengajak ketemuan. Maaf ya, Toi.

Liburan Desember 2008, bokap dan nyokap gw pergi ke Jakarta dan weekend itu kita memutuskan untuk pergi ke Mal Taman Anggrek. Tentunya bersama my sist juga. And as you know kalau gw jalan gimana.

CEPAT!

LAJU!

TERKENDALI!

PANDANGAN TAJAM KE DEPAN!

TIDAK BERSAHABAT!

Ooooh kalian baru tahu ya? Ya, dan terbukalah pengetahuan kalian akan gaya jalanku. Semua orang pasti akan ketinggalan beberapa meter di belakang gw karena tidak bisa mengimbangi laju langkahku. Ketika melewati restauran A&W, gw sama sekali tidak melihat isi restauran itu. Dan ketika gw sudah mau melewati toko berikutnya tiba-tiba nyokap gw berteriak kencang memanggil gw.

‘JEEEEEEEEP!!!’

Sontak gw kaget dan segera memalingkan muka ke sumber suara. Terkejutlah gw melihat sosok yang berada di samping nyokap gw. Toi. Putih, imut, tetap berotot seperti dulu dan dengan senyum ramahnya menyambut gw yang berjalan dengan ekspresi kaget ke arahnya. Sedikit pembicaraan basa-basi dengan gw dan yang antusias tampaknya nyokap gw. Nyokap gw suka sekali dengan Toi karena anaknya sangat baik dan perhatian. Walaupun gw sudah putus sama dia, dia tetap berhubungan sama nyokap gw untuk sekedar menanyakan kabar kesehatan nyokap gw. Uuuuh so sweeeeet…

Pembicaraan berakhir. Perpisahan terjadi sambil tetap saling menatap. Setelah beberapa meter sosoknya menghilang, my sist menyenggol tangan gw sambil tersenyum penuh makna.

‘CIEEEEEE CIEEEEEEE’

Huh…




Sang Mantan 3 

Perpisahan penuh makian atas semua kebohongannya. Gw ga’ habis pikir kenapa dia tega melakukan itu ke gw. Tidak ada basa-basi yang terjadi sesudahnya. Melihat wajahnya saja mungkin gw sudah males. Jangan sampai gw ketemu dia. Bahaya! Bisa gw cakar!!! Xixixixi…

Rabu malam seperti biasa gw ikut kelas power jump di Ex, kelasnya Vidal. Setelah lelah berlompat-lompat ria gw memutuskan untuk sauna dan mandi. Pada saat gw melakukan final touch (a.k.a pakai baju) dan bersiap untuk pulang, tiba-tiba gw melihat ada sesosok koko lucu lewat di ujung lorong loker itu. Dan dari sudut mata gw tampaknya koko itu terlihat sedang mencari-cari loker yang kosong. Gw segera memutuskan untuk menggunakan beberapa detik dari waktu gw untuk melihat dengan jelas wajah lucu koko itu. Dan ketika gw memalingkan wajah dan melihat wajah yang di maksud, gw speechless. Koko dengan tinggi 180 Cm, putih, imut,  juga secara tidak sengaja melihat diriku. Kami tidak saling melepaskan pandangan selama 10 detik. Sampai akhirnya kesadaranku kembali dan memutuskan untuk berbicara.

‘Hei’

Dan dia membalas sapaan datarku dan segera berjalan menuju ke arahku. Mengambil loker yang tepat bersebelahan denganku. Percakapan basa-basi singkat pun terjadi. Senyuman berhasil aku keluarkan untuk mencairkan suasana. Sampai akhirnya gw harus angkat kaki dari loker itu dan berpisah dengannya.

Damn!!! Gw maunya ngeliat koko lucu yang gw pikir bisa jadi objek cuci mata baru di gym club itu. Tapi ternyata koko itu adalah mantan gw sendiri. Selera emang ga’ lari kemana ya ciiiin;D



Untungnya gw ga’ pernah tidak sengaja bertemu dengan sang mantan dalam kondisi buruk. Gw kebetulan tetap berada di kondisi prima ketika bertemu dengan mereka. Jadi, segala pikiran negatif itu tidak akan pernah terjadi dalam hidup gw. Yah, at least hingga saat ini. Kira-kira dalam waktu dekat ini ada sang mantan yang bertemu lagi dengan diriku ga’ ya?

Xixixixixi… Nantangiiiiin!!!

.

[?] I’it kalau baca ini pasti langsung ngasah golok sambil nyiapin setrikaan. Kaburrrrrrr…

Welcome to my jungle!

Kalau ditanya udah pacaran berapa kali, pasti blushing mode on jawabnya. Sambil nunduk malu-malu, gigit-gigit jari, mata kedip-kedip, bibir menjawab : ‘Baru 3 kali’.

‘Waaaah, ga’ mungkin lah orang sekeren kamu cuma pacaran 3 kali. Pasti banyak lah pacarnya. Iya, kan? Ngaku deh’. Pasti tanggapan hampir semua orang begitu. Antara pujian atau sindiran gw ga’ bisa membedakan frase ucapan itu. Yang gw garis bawahi sih cuma yang ‘orang sekeren kamu’.

‘orang sekeren kamu’

‘orang sekeren kamu’

(mendengus bangga perlahan)….

Tiba-tiba rona wajah berubah menjadi bitchy, liar dan menggoda. Dengan gaya menggigit bibir ala I’it gw berkata ; ‘Tapi ga’ termasuk yang just for fun yah’.





Guys, call me a picky. Ga’ juga sih sebenarnya. Gw cuma berusaha memilih yang terbaik buat gw. Gw cuma memutuskan untuk relationship sama orang yang benar-benar klik sama gw, baik itu fisik maupun sifat. Tapi alasan gw ga’ gampang memutuskan buat having relationship adalah karena gw ga’ suka putus. Karena dari pengalaman gw sebelumnya, putus itu ga’ enak. Jatuh-jatuhnya pasti jadi musuhan atau kalau ga’ hubungan jadi menjauh. And I don’t like to add an enemy.





Nah, kalau sudah menjalin sebuah relationship sm gw, gw bakalan berkata : ‘Welcome to my jungle!’.

Kyaaaaaaa ujep menjadi ganas dan memakan pasangannya.

Kyaaaaaaa ujep suka dengan tantangan so having relationship with him just like struggling in the middle of jungle.

Kyaaaaaaa…

Ga’ gitu say…Bukan itu maksudnya. Maksudnya adalah siap-siap aja yang jadi partner gw bakalan gw panggil dengan nama binatang. What? Animal? Why? Explain that?

Yup. Setiap partner gw pasti akan gw panggil dengan nama binatang. Anggap saja itu panggilan sayang buat dia dari gw. Nama binatang yang gw sematkan sebagai nama panggilan kesayangan itu pasti gw sesuaikan dengan sifat khas atau fisiknya. Kalau pertanyaan kenapa harus binatang,hmmmm kenapa yah? Mungkin karena dari kecil sebenarnya gw adalah tipikal pecinta binatang (I’it pasti teriak : Hellooooo… apa kabar kucing di depan kantor yang sering lu usir!). Lucu aja sama tingkah laku mereka. Tapi selalu ga’ ada hasrat buat melihara. Kesannya repot gitu kudu kasih makan, bersihin poo-nya. Belum lagi kalau sakit kan ga’ bisa ngomong, jadi bingung, kan? Nah, makanya, hasrat buat melihara binatang ga’ tersalurkan, mending gw ngasih julukan ke partner gw nama-nama binatang.

Sering sih mikir sendiri, kalau seumpama dapat partner yang suka ngasih julukan nama binatang juga ke gw, kira-kira gw dapat julukan apa ya? Hahahaha. Gw kan sexy, gokil, charming nan menawan tapi tidak sombong dan suka menolong nenek menyeberang jalan. Apa coba? Hex. Tapi bukan berarti gw memperlakukan partner gw layaknya binatang ya. Ntar tersebar kabar kalau gw adalah seorang zoofilia. Gawat donk ntar ga’ ada yang mau kenalan sama gw lagi deh.





Pacar 1 : Ags
Beda umur 9 tahun lebih tua dari gw. Perawakan muscle lean and toned. 67kg/170cm. Sifatnya flirty, cuek, keras kepala dan terkadang licik;D. Nah, panggilan kesayangan buat dia apa donk. Kebetulan dia shio ular dan sifatnya tuh bener-bener ular banget, jadinya gw panggil ‘SNAKEY’ dari kata snake. Kalau ular kan kesannya menakutkan, biar kesannya imut dikit ditambahin ‘Y’ di belakangnya.



Pacar 2 : Toi 
Beda umur 2 tahun lebih tua dari gw. Perawakan muscle lean and toned. 68kg/174cm. Sifatnya manja, setia, dan yang paling gw suka adalah dia orangnya perhatian. Toi memiliki mata bulat besar tapi kesannya sendu. Kayak too much water on his eyes gitu deh (Kayak Sayuri di film Geisha ya). Belum lagi kulitnya putiiiiiih banget. Dan waktu itu kita akhirnya harus menjalani yang namanya long distance relationship karena dia harus menuntut ilmu di Cina. Akhirnya gw panggil dia ‘Panda’. Matanya bener-bener lucu kayak panda. Sendu, imut dan manja. Duh koq jadi kangen ya;p



Pacar 3 : Mikael 
Biarin! Biarin aja gw tulis nama aslinya di blog ini. Siapa tahu tunangannya baca blog gw. Huehehehe devil mode on. Beda umur 6 tahun lebih tua dari gw. Perawakan athletic. 70kg/180cm. Sifatnya lucu, gokil, dewasa, tapi egois di kemudian hari. Yang gw suka dari si Mikael adalah kegokilannya. Belum lagi fisiknya yang menjulang tinggi dan dibalut kulit putih yang halus. Tato punggungnya bikin gw lebih menggelepar. Aw aw aw. Ada satu kebiasaannya yang gw benci, doyan tidur. Hibernasi mulu kerjaannya. Di rumah, di mobil, even di tempat gw, kalau udah ngantuk harus tidur. Makanya gw panggil dia ‘BEAR’. Badannya ga’ segede beruang siy. Yang mirip cuma putih tingginya dan sifat hibernasinya itu aja.





Itulah penjabaran dari binatang-binatang yang pernah berkeliaran di hatiku. Jadi, udah siap buat jadi binatang yang berkeliaran dan menikam hatiku?

.

[?] What's next? Leech? Worm? Snail? Iyuuuuh…next please!

Followers

Translate

Blogger templates