Memutar kembali kenangan ke puluhan tahun silam, saat itu gw masih duduk di kelas 1 SD, dan dengan lantang gw akan menjawab :
Jadi PEMBALAP!!!
Yup, manly banget ga’ sih. Xixixixi. Dulu waktu kecil gw suka banget main mobil-mobilan. Kalau dapat mobil yang ukurannya kecil-kecil itu berasa gimanaaaaa gitu. Bukan mainan Hot Wheels gitu ya, zaman dulu mah belum ada merknya. Dan di supermarket sebuah kota kecil jangan harap ada mainan bermerk.
Ranjang kayu king size ortu gw jadi korban. Ranjangnya gw jadiin arena balap mobil. Guling dan bantal gw susun dan final touchnya gw tutupin pake selimut kuning lembut. Habis itu selimutnya gw lipat-lipat biar bertekstur. Walaaaaa jadilah bukit, jadilah jalan, jadilah gundukan. Setelah jadi puas banget deh gw memainkan semua koleksi mobil-mobil gw di atas arena itu.
Brrrrrrmmmm brrrrrmmmmm ngeeeeeeeeeng ciiiiiiiiiitttttt braaaaaaak…
Selang beberapa tahun kemudian gw pindah ke kota kedua terbesar di Indonesia. Masuk di salah satu sekolah swasta terfavorit kala itu, gw mulai mendapatkan ilmu-ilmu yang lebih canggih. Dan mata gw semakin terbuka lebar terhadap dunia ini. Gw suka banget gambar. Gw suka banget kalau pelajaran menggambar tiba. Setiap kali ga’ ada kerjaan pasti nyoret-nyoret di buku notes. Dan coretan-coretan gw selalu gambar wanita lengkap dengan tubuh seksi dan pakaian yang membalutnya. Seems normal, right? Seorang lelaki menuangkan hasratnya dengan menggambar wanita seksi. Jangan sedih cyiiiiin…dari sinilah kisah berawal. Gw sangat tertarik menggambar pakaian wanita. I don’t know why but I think a woman dress is very interesting yah daripada baju laki-laki yang monoton, gitu-gitu aja. Baju wanita modelnya variatif dan aktivitas ngemix and matchkan kesemua itu sangat menyenangkan.
Ga’ heran banyak temen wanita gw di kala itu suka sekali bertanya tentang masalah fashion ke gw. Gw sampai punya satu buku khusus yang isinya hasil rancangan gw dan satu buku itu penuh. Mau dari baju pesta sampai baju hang out yang unik semuanya ada. Huff kemana ya keberadaan buku itu. Kalau ketemu pengen gw kasih ke Sebastian Gunawan. Siapa tahu dia tertarik buat ngebuat rancangan baju gw dan gw dapat royalti. Xixixixi teteeeeep cari untung.
“Gw mau jadi fashion designer”, gumam gw kala itu.
Beberapa tahun ke depannya tapi ga’ jauh-jauh amat lompatan waktunya, gw kuliah di jurusan desain. Yup kuliah jurusan inilah yang membuat gw akhirnya terjun di dunia advertising sebagai seorang art director. Itu aja setelah melalui kebimbangan batin yang luar biasa. Sebelum memilih jurusan ini gw sempat tertarik buat jadi seorang arsitek. Tapi ternyata gw punya masalah dengan bentuk bidang garis, kalau ngeliat garis entah kenapa ga’ bisa lurus. Jadinya gw pilih yang gambarnya lebih abstrak dan masuk jurusan desain. Nah pas kuliah juga masih bimbang tuh mau jadi apa. Mau masuk di dunia advertising atau jadi photographer. Setelah mengerjakan tugas akhir gw yang tentang perancangan fotografi suku Dayak itulah akhirnya gw menyadari kelemahan gw. Mata gw gampang capek dan gw punya masalah dengan fokus. Makanya semakin ke belakang foto-foto gw semakin blur karena ga’ fokus. Akhirnya gw bertekad biar jadi orang sukses di dunia advertising aja.
Lalu? Apa kabarnya ya pembalap? Apa kabarnya ya fashion designer? Mereka tetap ada di hati gw kok. Zaman kuliah gw suka ngebut-ngebutan sama gank kuliah gw. 9Teenz, where are you guys?;D. Sampai akhirnya membuat teman sendiri jatuh ke dalam insiden kecelakaan yang heboh akhirnya gw tobat. Dunia fashion tetap gw perhatiin kok. Apalagi sekarang banyak banget acara yang berkaitan tentang dunia fashion kayak America’s Next Top Model atau Runaway Project. Dan gw sekarang juga merangkap jadi fashion stylish seorang cewek yang ga’ pede dandan banget padahal dia cantik, seksi nan mempesona, My sist!
Tapi sebenarnya, ada satu profesi yang sampai sekarang membuatku penasaran. Membuatku jatuh cinta dalam hati hanya saja takut untuk mencobanya. Sebuah profesi yang sangat gw tunggu-tunggu penampilannya ketika gw lagi travelling ke tempat lain. Setiap kali melihat mereka, ada perasaan ingin mendampingi mereka, ikut terjun bekerja bersama mereka. They are so cool and sexy dalam penglihatan gw.
“Para penumpang yang terhormath, slamat dathang diii penerbhangan Rajawali Airlines 737 tujuan Deeenpasar. Penerbhangan ini akan memakan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit. Diharapkan kepada Andha semua untuk meletakkan barang bawaan anda di kabhin yang beradha di atas temphat dudhuk Andha. Sesuai aturan penerbhangan internasional, berikhut ini akan kami sampaikan tata cara penggunaan sabhuk pengaman, pelampung keselamatan, dan masker oksigen. Seharusnya sabhuk pengaman Andha saat ini telah terpashang dengan sempurna. Untuk menggunakannya, kaitkan………..”
Bukan pramugari looooh. Gw mau jadi pramugara. Kayaknya keren banget gitu pake jas dengan dandanan keren dan bisa jadi center of attention dari penumpang-penumpang pesawat. Siapa tahu di antara penumpangnya ada yang cakep dan binan pula. Kenalan deh on the spot. And FYI, gw pinter banget buat niruin mereka. Dulu malah hapal luar kepala kalimat yang keluar dari mulut mereka berikut gerakannya. Kalau sekarang sudah agak-agak lupa dikit. Tapi kalau pesawat luar negeri atau salah satu maskapai penerbangan terbesar di Indonesia sudah ga’ butuh pramugari atau pramugara lagi buat memeragakan tata cara penggunaan alat-alat keselamatan. Posisi mereka kini digantikan oleh video yang tayang sesaat sebelum take off. Yah ga’ apa-apalah at least gw masih bisa catwalk di sepanjang lorong pesawat itu dengan pandangan maut gw menyapu semua penumpang di pesawat itu.
Dan buat kamu-kamu wahai penumpang yang cakep, seksi, dan menawan, siap-siap mendapatkan pelayanan spesial dari pramugara ini. Saya selaku kru dari pesawat ini akan melayani Anda dengan sepenuh hati. Selamat menikmati penerbangan ini, have a nice flight and thank you.
All flight attendant ready on your position, please…
.
[?] Sam mor tiiiiiiii….Sam mor kofiiiiiiiii…(Thai steward says)
i love your blog :) and i saw u on JackD lol
ReplyDelete