Kalau ditanya udah pacaran berapa kali, pasti blushing mode on jawabnya. Sambil nunduk malu-malu, gigit-gigit jari, mata kedip-kedip, bibir menjawab : ‘Baru 3 kali’.
‘Waaaah, ga’ mungkin lah orang sekeren kamu cuma pacaran 3 kali. Pasti banyak lah pacarnya. Iya, kan? Ngaku deh’. Pasti tanggapan hampir semua orang begitu. Antara pujian atau sindiran gw ga’ bisa membedakan frase ucapan itu. Yang gw garis bawahi sih cuma yang ‘orang sekeren kamu’.
‘orang sekeren kamu’
‘orang sekeren kamu’
(mendengus bangga perlahan)….
Tiba-tiba rona wajah berubah menjadi bitchy, liar dan menggoda. Dengan gaya menggigit bibir ala I’it gw berkata ; ‘Tapi ga’ termasuk yang just for fun yah’.
Guys, call me a picky. Ga’ juga sih sebenarnya. Gw cuma berusaha memilih yang terbaik buat gw. Gw cuma memutuskan untuk relationship sama orang yang benar-benar klik sama gw, baik itu fisik maupun sifat. Tapi alasan gw ga’ gampang memutuskan buat having relationship adalah karena gw ga’ suka putus. Karena dari pengalaman gw sebelumnya, putus itu ga’ enak. Jatuh-jatuhnya pasti jadi musuhan atau kalau ga’ hubungan jadi menjauh. And I don’t like to add an enemy.
Nah, kalau sudah menjalin sebuah relationship sm gw, gw bakalan berkata : ‘Welcome to my jungle!’.
Kyaaaaaaa ujep menjadi ganas dan memakan pasangannya.
Kyaaaaaaa ujep suka dengan tantangan so having relationship with him just like struggling in the middle of jungle.
Kyaaaaaaa…
Ga’ gitu say…Bukan itu maksudnya. Maksudnya adalah siap-siap aja yang jadi partner gw bakalan gw panggil dengan nama binatang. What? Animal? Why? Explain that?
Yup. Setiap partner gw pasti akan gw panggil dengan nama binatang. Anggap saja itu panggilan sayang buat dia dari gw. Nama binatang yang gw sematkan sebagai nama panggilan kesayangan itu pasti gw sesuaikan dengan sifat khas atau fisiknya. Kalau pertanyaan kenapa harus binatang,hmmmm kenapa yah? Mungkin karena dari kecil sebenarnya gw adalah tipikal pecinta binatang (I’it pasti teriak : Hellooooo… apa kabar kucing di depan kantor yang sering lu usir!). Lucu aja sama tingkah laku mereka. Tapi selalu ga’ ada hasrat buat melihara. Kesannya repot gitu kudu kasih makan, bersihin poo-nya. Belum lagi kalau sakit kan ga’ bisa ngomong, jadi bingung, kan? Nah, makanya, hasrat buat melihara binatang ga’ tersalurkan, mending gw ngasih julukan ke partner gw nama-nama binatang.
Sering sih mikir sendiri, kalau seumpama dapat partner yang suka ngasih julukan nama binatang juga ke gw, kira-kira gw dapat julukan apa ya? Hahahaha. Gw kan sexy, gokil, charming nan menawan tapi tidak sombong dan suka menolong nenek menyeberang jalan. Apa coba? Hex. Tapi bukan berarti gw memperlakukan partner gw layaknya binatang ya. Ntar tersebar kabar kalau gw adalah seorang zoofilia. Gawat donk ntar ga’ ada yang mau kenalan sama gw lagi deh.
Pacar 1 : Ags
‘Waaaah, ga’ mungkin lah orang sekeren kamu cuma pacaran 3 kali. Pasti banyak lah pacarnya. Iya, kan? Ngaku deh’. Pasti tanggapan hampir semua orang begitu. Antara pujian atau sindiran gw ga’ bisa membedakan frase ucapan itu. Yang gw garis bawahi sih cuma yang ‘orang sekeren kamu’.
‘orang sekeren kamu’
‘orang sekeren kamu’
(mendengus bangga perlahan)….
Tiba-tiba rona wajah berubah menjadi bitchy, liar dan menggoda. Dengan gaya menggigit bibir ala I’it gw berkata ; ‘Tapi ga’ termasuk yang just for fun yah’.
Guys, call me a picky. Ga’ juga sih sebenarnya. Gw cuma berusaha memilih yang terbaik buat gw. Gw cuma memutuskan untuk relationship sama orang yang benar-benar klik sama gw, baik itu fisik maupun sifat. Tapi alasan gw ga’ gampang memutuskan buat having relationship adalah karena gw ga’ suka putus. Karena dari pengalaman gw sebelumnya, putus itu ga’ enak. Jatuh-jatuhnya pasti jadi musuhan atau kalau ga’ hubungan jadi menjauh. And I don’t like to add an enemy.
Nah, kalau sudah menjalin sebuah relationship sm gw, gw bakalan berkata : ‘Welcome to my jungle!’.
Kyaaaaaaa ujep menjadi ganas dan memakan pasangannya.
Kyaaaaaaa ujep suka dengan tantangan so having relationship with him just like struggling in the middle of jungle.
Kyaaaaaaa…
Ga’ gitu say…Bukan itu maksudnya. Maksudnya adalah siap-siap aja yang jadi partner gw bakalan gw panggil dengan nama binatang. What? Animal? Why? Explain that?
Yup. Setiap partner gw pasti akan gw panggil dengan nama binatang. Anggap saja itu panggilan sayang buat dia dari gw. Nama binatang yang gw sematkan sebagai nama panggilan kesayangan itu pasti gw sesuaikan dengan sifat khas atau fisiknya. Kalau pertanyaan kenapa harus binatang,hmmmm kenapa yah? Mungkin karena dari kecil sebenarnya gw adalah tipikal pecinta binatang (I’it pasti teriak : Hellooooo… apa kabar kucing di depan kantor yang sering lu usir!). Lucu aja sama tingkah laku mereka. Tapi selalu ga’ ada hasrat buat melihara. Kesannya repot gitu kudu kasih makan, bersihin poo-nya. Belum lagi kalau sakit kan ga’ bisa ngomong, jadi bingung, kan? Nah, makanya, hasrat buat melihara binatang ga’ tersalurkan, mending gw ngasih julukan ke partner gw nama-nama binatang.
Sering sih mikir sendiri, kalau seumpama dapat partner yang suka ngasih julukan nama binatang juga ke gw, kira-kira gw dapat julukan apa ya? Hahahaha. Gw kan sexy, gokil, charming nan menawan tapi tidak sombong dan suka menolong nenek menyeberang jalan. Apa coba? Hex. Tapi bukan berarti gw memperlakukan partner gw layaknya binatang ya. Ntar tersebar kabar kalau gw adalah seorang zoofilia. Gawat donk ntar ga’ ada yang mau kenalan sama gw lagi deh.
Pacar 1 : Ags
Beda umur 9 tahun lebih tua dari gw. Perawakan muscle lean and toned. 67kg/170cm. Sifatnya flirty, cuek, keras kepala dan terkadang licik;D. Nah, panggilan kesayangan buat dia apa donk. Kebetulan dia shio ular dan sifatnya tuh bener-bener ular banget, jadinya gw panggil ‘SNAKEY’ dari kata snake. Kalau ular kan kesannya menakutkan, biar kesannya imut dikit ditambahin ‘Y’ di belakangnya.
Pacar 2 : Toi
Pacar 2 : Toi
Beda umur 2 tahun lebih tua dari gw. Perawakan muscle lean and toned. 68kg/174cm. Sifatnya manja, setia, dan yang paling gw suka adalah dia orangnya perhatian. Toi memiliki mata bulat besar tapi kesannya sendu. Kayak too much water on his eyes gitu deh (Kayak Sayuri di film Geisha ya). Belum lagi kulitnya putiiiiiih banget. Dan waktu itu kita akhirnya harus menjalani yang namanya long distance relationship karena dia harus menuntut ilmu di Cina. Akhirnya gw panggil dia ‘Panda’. Matanya bener-bener lucu kayak panda. Sendu, imut dan manja. Duh koq jadi kangen ya;p
Pacar 3 : Mikael
Pacar 3 : Mikael
Biarin! Biarin aja gw tulis nama aslinya di blog ini. Siapa tahu tunangannya baca blog gw. Huehehehe devil mode on. Beda umur 6 tahun lebih tua dari gw. Perawakan athletic. 70kg/180cm. Sifatnya lucu, gokil, dewasa, tapi egois di kemudian hari. Yang gw suka dari si Mikael adalah kegokilannya. Belum lagi fisiknya yang menjulang tinggi dan dibalut kulit putih yang halus. Tato punggungnya bikin gw lebih menggelepar. Aw aw aw. Ada satu kebiasaannya yang gw benci, doyan tidur. Hibernasi mulu kerjaannya. Di rumah, di mobil, even di tempat gw, kalau udah ngantuk harus tidur. Makanya gw panggil dia ‘BEAR’. Badannya ga’ segede beruang siy. Yang mirip cuma putih tingginya dan sifat hibernasinya itu aja.
Itulah penjabaran dari binatang-binatang yang pernah berkeliaran di hatiku. Jadi, udah siap buat jadi binatang yang berkeliaran dan menikam hatiku?
.
[?] What's next? Leech? Worm? Snail? Iyuuuuh…next please!
Itulah penjabaran dari binatang-binatang yang pernah berkeliaran di hatiku. Jadi, udah siap buat jadi binatang yang berkeliaran dan menikam hatiku?
.
[?] What's next? Leech? Worm? Snail? Iyuuuuh…next please!
No comments:
Post a Comment