Monday, October 1, 2012

The EX

emanaaaaaa janjiiiii manismuuuuuuu…

emencintaaaa iiiii kuuuuuuu esam paaaaiiiiii matiiiiii…

kinniiiii engkauuuuu pun pergiiiii…

saat kuuuu terpuuuuu ruuuk sen di riiiiii…

aaaa kulaaaaah…

(ayo semuanya, * sambil mengarahkan mike ke penonton)

SANG MAAAAN TAAAAAN…

aaa kuuu laaaah SANG MAAAAN TAAAAAN huooooooo…





Dan gemuruh tepuk tangan mengakhiri sebuah lagu persembahan dari gw. Siapa sih yang pengen punya mantan? Gw ga’! Gw siy maunya yang happilly ever after. Semuanya juga mau gitu kali ya…Xixixixi. Gw paling ga’ suka putus. Karena kebanyakan dari yang sudah-sudah, hubungan antara gw sama sang mantan pasti ga bener. Ga’ sehat. Ga’ bisa akrab seperti dulu lagi. Makanya gw iri banget ngeliat kerukunan antar umat yang terjadi antara Jry dan Xing. Mereka mantan yang paling mesra yang pernah gw temuin. Bahkan mereka saling support each other tentang masalah kehidupan. Glad to see that.

Nah, kalau sudah telanjur punya mantan, hal yang paling ga’ enak yang harus terjadi adalah rasa bias pada pertemuan pertama setelah beberapa waktu berselang dari waktu putus. Maunya sih tampil perfect kalau ketemu sama sang mantan biar sang mantan akan berpikir betapa ruginya dia putus sama gw. Tapi yang kebanyakan terjadikan pertemuan itu akan terjadi secara tiba-tiba dan unprepare. Gimana kalau gw lagi jerawatan? Gimana kalau gw lagi gendut? Gimana kalau muka gw lusuh akibat ga’ tidur berhari-hari gara-gara kerjaan? Gawat, kan? Dan dengan mudah akan timbul wacana di benak mereka : ‘Wah habis putus dari gw ternyata si Ujep jadi berantakan ya’. TIDAAAAAAK!!!

Xixixixi. Mungkin itu cuma pikiran dari otak negatif gw. Dalamnya orang siapa yang tahu.





Sang Mantan 1

Gw putus ga’ baik-baik. Berantem sampai ga’ ngomong lagi. Dan pertemuan kembali terjadi secara tidak sengaja sekitar satu tahun setelah kita putus. Gw lagi nemenin cewe gw daftar jadi member di Celebrity Fitness Tunjungan Plaza di Surabaya. Dan pas gw lagi dengan seksama mendengarkan rayuan gombal dari consultant Celebrity Fitness itu muncullah sosoknya. Guz, pria berkulit gelap dengan kaos ketat itu tiba-tiba hadir di gym club itu. Dan dia tidak sendiri melainkan bersama kekasih barunya yang bisa dibilang lucu, putih nan cute. Mata saling beradu. Ucapan salam pun terlontar.

‘Hei’

‘Hei’

The end. Cuma itu yang terjadi. Dia pasti cerita ke pacarnya kalau gw mantannya. Tapi gw ga’ bisa cerita ke cewe gw kalau itu mantan gw. Bisa di lempar barbel deh gw. Kita tidak tahu kekuatan tersembunyi seorang wanita bila gelap mata, kan?





Sang Mantan 2

Putus agak kurang baik-baik. Penuh linangan air mata. Hanya karena tidak kuat lagi menjalani hubungan LDR Indonesia-Cina kala itu membuatku mengucapkan kata ‘PUTUS’ padanya. Jujur dalam hati gw masih sayang sama dia. Cuma banyak masalah internal lain yang akhirnya membuatku berada di ujung kelelahan. Hingga akhirnya Toi pulang ke kembali ke Jakarta dan gw sudah kerja di Jakarta, gw tidak berani untuk menemuinya. Karena gw takut jatuh cinta lagi. Yup, takut jatuh cinta lagi sama sang mantan. Karena gw tahu dia akan memutuskan untuk kembali menuntut ilmu di Australia. Hufff ini anak doyan banget ya belajar. Pinterrrrrr…Jadi gw menjaga agar hubungan itu tidak terjalin lagi meskipun beberapa kali dia sempat mengajak ketemuan. Maaf ya, Toi.

Liburan Desember 2008, bokap dan nyokap gw pergi ke Jakarta dan weekend itu kita memutuskan untuk pergi ke Mal Taman Anggrek. Tentunya bersama my sist juga. And as you know kalau gw jalan gimana.

CEPAT!

LAJU!

TERKENDALI!

PANDANGAN TAJAM KE DEPAN!

TIDAK BERSAHABAT!

Ooooh kalian baru tahu ya? Ya, dan terbukalah pengetahuan kalian akan gaya jalanku. Semua orang pasti akan ketinggalan beberapa meter di belakang gw karena tidak bisa mengimbangi laju langkahku. Ketika melewati restauran A&W, gw sama sekali tidak melihat isi restauran itu. Dan ketika gw sudah mau melewati toko berikutnya tiba-tiba nyokap gw berteriak kencang memanggil gw.

‘JEEEEEEEEP!!!’

Sontak gw kaget dan segera memalingkan muka ke sumber suara. Terkejutlah gw melihat sosok yang berada di samping nyokap gw. Toi. Putih, imut, tetap berotot seperti dulu dan dengan senyum ramahnya menyambut gw yang berjalan dengan ekspresi kaget ke arahnya. Sedikit pembicaraan basa-basi dengan gw dan yang antusias tampaknya nyokap gw. Nyokap gw suka sekali dengan Toi karena anaknya sangat baik dan perhatian. Walaupun gw sudah putus sama dia, dia tetap berhubungan sama nyokap gw untuk sekedar menanyakan kabar kesehatan nyokap gw. Uuuuh so sweeeeet…

Pembicaraan berakhir. Perpisahan terjadi sambil tetap saling menatap. Setelah beberapa meter sosoknya menghilang, my sist menyenggol tangan gw sambil tersenyum penuh makna.

‘CIEEEEEE CIEEEEEEE’

Huh…




Sang Mantan 3 

Perpisahan penuh makian atas semua kebohongannya. Gw ga’ habis pikir kenapa dia tega melakukan itu ke gw. Tidak ada basa-basi yang terjadi sesudahnya. Melihat wajahnya saja mungkin gw sudah males. Jangan sampai gw ketemu dia. Bahaya! Bisa gw cakar!!! Xixixixi…

Rabu malam seperti biasa gw ikut kelas power jump di Ex, kelasnya Vidal. Setelah lelah berlompat-lompat ria gw memutuskan untuk sauna dan mandi. Pada saat gw melakukan final touch (a.k.a pakai baju) dan bersiap untuk pulang, tiba-tiba gw melihat ada sesosok koko lucu lewat di ujung lorong loker itu. Dan dari sudut mata gw tampaknya koko itu terlihat sedang mencari-cari loker yang kosong. Gw segera memutuskan untuk menggunakan beberapa detik dari waktu gw untuk melihat dengan jelas wajah lucu koko itu. Dan ketika gw memalingkan wajah dan melihat wajah yang di maksud, gw speechless. Koko dengan tinggi 180 Cm, putih, imut,  juga secara tidak sengaja melihat diriku. Kami tidak saling melepaskan pandangan selama 10 detik. Sampai akhirnya kesadaranku kembali dan memutuskan untuk berbicara.

‘Hei’

Dan dia membalas sapaan datarku dan segera berjalan menuju ke arahku. Mengambil loker yang tepat bersebelahan denganku. Percakapan basa-basi singkat pun terjadi. Senyuman berhasil aku keluarkan untuk mencairkan suasana. Sampai akhirnya gw harus angkat kaki dari loker itu dan berpisah dengannya.

Damn!!! Gw maunya ngeliat koko lucu yang gw pikir bisa jadi objek cuci mata baru di gym club itu. Tapi ternyata koko itu adalah mantan gw sendiri. Selera emang ga’ lari kemana ya ciiiin;D



Untungnya gw ga’ pernah tidak sengaja bertemu dengan sang mantan dalam kondisi buruk. Gw kebetulan tetap berada di kondisi prima ketika bertemu dengan mereka. Jadi, segala pikiran negatif itu tidak akan pernah terjadi dalam hidup gw. Yah, at least hingga saat ini. Kira-kira dalam waktu dekat ini ada sang mantan yang bertemu lagi dengan diriku ga’ ya?

Xixixixixi… Nantangiiiiin!!!

.

[?] I’it kalau baca ini pasti langsung ngasah golok sambil nyiapin setrikaan. Kaburrrrrrr…

No comments:

Post a Comment

Followers

Translate

Blogger templates