Satu setengah tahun lamanya relationship status gw tidak mengalami perubahan yang signifikan. Sempat sih ada perubahan menjadi It’s complicated pada saat masa-masa gw jadi orang ketiga, tapi status single itu tidak pernah berubah menjadi in a relationship. Selama masa jombloisme ini banyak rekan-rekan sejawat yang berusaha menjadi mak comblang gw. Mengenalkan gw ke teman atau pun sahabat mereka dengan harapan ada seseorang yang gw suka dan akhirnya menjadi pacar. Tapi hasilnya nihil. Malahan Han, salah satu mak comblang gw, pernah mendapatkan pertanyaan dari temannya: Ujep kenapa sih kok masih jomblo?. Jawaban Han adalah: Ujep itu selalu jatuh cinta dengan orang yang salah. Kalau ego defensif gw sih menjawab: Belum menemukan orang yang tepat saja.
2 bulan yang lalu gw lagi rajin-rajinnya buka Grindr, sebuah messenger khusus binan. Buka tiap hari, diajak atau pun mengajak kenalan peserta-peserta yang ada di dalamnya tanpa pikir panjang apakah gw ada waktu untuk menemui mereka. Maklum saja saat itu brand-brand gw pada beriklan semua sehingga waktu hidup gw tercurahkan hanya untuk pekerjaan. Sampai pada suatu malam gw bertukar ym id dengan seseorang. Dari pertukaran id berlanjut menjadi chatting. Dari chatting berlanjut ke pertukaran account facebook dan manjam. Dari situlah gw baru tahu bahwa yang bersangkutan ternyata masih brondong. Aduh…I hate brondong.
Yang bersangkutan mengajak gw ketemuan. Karena gw sibuk banget dan ga’ bisa ninggalin kerjaan, gw menawarkan dia untuk bertemu di salah satu mall tempat gw bekerja waktu itu pada saat gw break 1 jam. Tentu saja pertemuan itu tidak terjadi karena gw kesannya kok sok penting banget yah. Xixixixixi. Yah apa mau dikata, memang gw setiap hari kerjaannya kayak gitu kok. Ya sudahlah let it flow.
Tiba saatnya gw yang ngajak ketemuan dan ternyata yang bersangkutan sedang liburan ke Bali. And again and again pertemuan selalu saja batal terjadi. Walau pun kita tidak bertemu, komunikasi ym masih terjalin walau pun tidak terlalu sering. Akhirnya pertemuan itu terjadi pada 5 Maret 2011 di Sushi Tei Plaza Indonesia. Menunggu selama 53 menit karena yang bersangkutan telat karena macet, akhirnya penantian gw terbayar. Muncullah sosok yang tidak terlalu tinggi dengan tipe body slim fit duduk di samping gw. Pembicaraan yang terjadi bukan seperti orang yang baru kenal. Hinaan dan ejekan banyak mengisi atmosfer meja kami saat itu. Tak puas sampai disitu, kami memutuskan nonton King Speech di Studio XXI. Belum puas juga ngobrol-ngobrolnya, kami pun melanjutkan perbincangan kami di salah satu kedai di Sabang.
Begitulah kira-kira gambaran pertemuan pertama kami. Hari demi hari gw semakin mengenal dirinya. Yang bersangkutan ternyata adalah orang yang sangat open dan merdeka dengan orientasinya. Kejujuran dan keterbukaan adalah daya tarik utamanya. Dan masalah dia brondong seakan-akan sirna dengan sendirinya karena ternyata dia bukanlah brondong yang odonk. He is smart. Satu nilai plus lagi adalah ketika mengetahui dia memiliki kacamata yang selama ini jarang digunakannya karena dia menggunakan softlens. Dan ketika dia bertanya apakah bagusan pakai kacamata atau tidak tentu saja para hadirin sudah mengetahui jawaban yang keluar dari bibir saya.
Why Bee? I like the way you talk. Ceplas ceplos straight to the point. Sering menusuk dan bernada menghina tapi gw tahu semuanya itu sebenarnya hanya candaan untuk menyaingi kegokilan gw. Just like a bee. Tusukannya tajam menghujam tapi sebenarnya rapuh, karena setiap kali dia menusuk, dia akan mati sendiri. Aslinya ga’ mati beneran loh ya, ini cuma mengambil sedikit analoginya aja. Lagipula namanya terdiri dari 3 suku kata dan suku kata kedua kalau dilafalkan sama dengan pelafalan Bee. So…MATCH!
1 April 2011 kemarin gw menyatakan cinta dengan cara yang tak biasa. Tidak ada bunga. Tidak ada makan malam romantis. Sebuah kombinasi antara April Mop dengan lamaran pernyataan cinta gw gabung menjadi satu. PM me sist’ kalo mau tahu detail ceritanya. Yang pasti hasilnya sukses. Gw mengganti seluruh relationship status gw pagi ini dari single menjadi in a relationship. Thx to God yang udah membiarkan dia masuk ke kehidupan gw dan menceriakan hari-hari gw. Semoga langgeng senantiasa yah Bee. I love you Bee.
2 bulan yang lalu gw lagi rajin-rajinnya buka Grindr, sebuah messenger khusus binan. Buka tiap hari, diajak atau pun mengajak kenalan peserta-peserta yang ada di dalamnya tanpa pikir panjang apakah gw ada waktu untuk menemui mereka. Maklum saja saat itu brand-brand gw pada beriklan semua sehingga waktu hidup gw tercurahkan hanya untuk pekerjaan. Sampai pada suatu malam gw bertukar ym id dengan seseorang. Dari pertukaran id berlanjut menjadi chatting. Dari chatting berlanjut ke pertukaran account facebook dan manjam. Dari situlah gw baru tahu bahwa yang bersangkutan ternyata masih brondong. Aduh…I hate brondong.
Yang bersangkutan mengajak gw ketemuan. Karena gw sibuk banget dan ga’ bisa ninggalin kerjaan, gw menawarkan dia untuk bertemu di salah satu mall tempat gw bekerja waktu itu pada saat gw break 1 jam. Tentu saja pertemuan itu tidak terjadi karena gw kesannya kok sok penting banget yah. Xixixixixi. Yah apa mau dikata, memang gw setiap hari kerjaannya kayak gitu kok. Ya sudahlah let it flow.
Tiba saatnya gw yang ngajak ketemuan dan ternyata yang bersangkutan sedang liburan ke Bali. And again and again pertemuan selalu saja batal terjadi. Walau pun kita tidak bertemu, komunikasi ym masih terjalin walau pun tidak terlalu sering. Akhirnya pertemuan itu terjadi pada 5 Maret 2011 di Sushi Tei Plaza Indonesia. Menunggu selama 53 menit karena yang bersangkutan telat karena macet, akhirnya penantian gw terbayar. Muncullah sosok yang tidak terlalu tinggi dengan tipe body slim fit duduk di samping gw. Pembicaraan yang terjadi bukan seperti orang yang baru kenal. Hinaan dan ejekan banyak mengisi atmosfer meja kami saat itu. Tak puas sampai disitu, kami memutuskan nonton King Speech di Studio XXI. Belum puas juga ngobrol-ngobrolnya, kami pun melanjutkan perbincangan kami di salah satu kedai di Sabang.
Begitulah kira-kira gambaran pertemuan pertama kami. Hari demi hari gw semakin mengenal dirinya. Yang bersangkutan ternyata adalah orang yang sangat open dan merdeka dengan orientasinya. Kejujuran dan keterbukaan adalah daya tarik utamanya. Dan masalah dia brondong seakan-akan sirna dengan sendirinya karena ternyata dia bukanlah brondong yang odonk. He is smart. Satu nilai plus lagi adalah ketika mengetahui dia memiliki kacamata yang selama ini jarang digunakannya karena dia menggunakan softlens. Dan ketika dia bertanya apakah bagusan pakai kacamata atau tidak tentu saja para hadirin sudah mengetahui jawaban yang keluar dari bibir saya.
Why Bee? I like the way you talk. Ceplas ceplos straight to the point. Sering menusuk dan bernada menghina tapi gw tahu semuanya itu sebenarnya hanya candaan untuk menyaingi kegokilan gw. Just like a bee. Tusukannya tajam menghujam tapi sebenarnya rapuh, karena setiap kali dia menusuk, dia akan mati sendiri. Aslinya ga’ mati beneran loh ya, ini cuma mengambil sedikit analoginya aja. Lagipula namanya terdiri dari 3 suku kata dan suku kata kedua kalau dilafalkan sama dengan pelafalan Bee. So…MATCH!
1 April 2011 kemarin gw menyatakan cinta dengan cara yang tak biasa. Tidak ada bunga. Tidak ada makan malam romantis. Sebuah kombinasi antara April Mop dengan lamaran pernyataan cinta gw gabung menjadi satu. PM me sist’ kalo mau tahu detail ceritanya. Yang pasti hasilnya sukses. Gw mengganti seluruh relationship status gw pagi ini dari single menjadi in a relationship. Thx to God yang udah membiarkan dia masuk ke kehidupan gw dan menceriakan hari-hari gw. Semoga langgeng senantiasa yah Bee. I love you Bee.
.
[?] from: Cumi
No comments:
Post a Comment