Monday, October 1, 2012

Single because of Workaholic/Workaholic because of Single

Statement itu muncul di tengah ngobrol-ngobrol tengah malam antara gw sama Bee di salah satu kedai di Sabang. Sesekali ditemani oleh alunan pengamen jalanan yang tiada henti mendendangkan lagunya yang berharga ratusan perak. Tak jarang juga suara-suara rintihan kendaraan umum ikut nimbrung di tengah perbincangan kami. Topik tersebut muncul ketika membahas jadwal kerja gw yang super padat sampai-sampai susah banget diajak ketemuan. Yes, I’m workaholic! Tapi kemudian Bee melontarkan sebuah statement yang cukup penting untuk ditelaah lebih jauh.

‘Sebenarnya pilihannya ada dua. Kamu single karena workaholic atau sebaliknya, workaholic karena kamu single’

So which one? Terus terang malam itu gw belum menemukan jawabannya. Karena gw sendiri bingung gw termasuk tipe yang mana. Akhirnya pada hari Senin gw mengganti status YM gw dengan statement itu. Berharap teman-teman seperkeppoan gw akan tertarik untuk menanggapi statement yang cukup mengganggu itu. Muncul juga akhirnya beberapa komentator dan di antaranya yang paling menarik hasil penerawangannya adalah si Po.



Po: Workaholic because of single.

Gw: Why? ;D

Po: Iya pasti itu. Karena kamu single, kamu berusaha mencari kesibukan sebagai pelarian kamu. Karena kamu ga’ ada orang lain buat dipikirin akhirnya kamu larinya ke kerjaan. Coba kalau kamu punya pacar, pasti sesibuk apapun kerjaan berusaha pengen ketemu. Kerjaan cepet-cepet dikelarin biar malemnya bisa kencan.

Gw: Hmmmm…Gitu ya.

Po : Iya donk. Pasti itu.

Gw: Hahaha good point. Ntar gw teliti lagi deh. Thx buat jawabannya.



CORRECT! Jawaban dari Po ternyata benar. Semenjak gw deket sama Bee, gw selalu berusaha menyelesaikan pekerjaan gw secepat-cepatnya biar bisa ada waktu ketemuan. Kalau pun sampai tidak ada waktu, midnight pun dijadikan alternatif waktu buat kencan. Jadi alasan single karena tidak ada waktu karena terlalu sibuk bekerja tidak terlalu match dengan gw. Mungkin pada saat fase berkenalan, gw selalu bilang ga’ punya waktu karena gw lebih mementingkan pekerjaan daripada orang-orang yang ingin bertemu dengan gw. Orang-orang yang belum gw terlalu kenal itu belum memunculkan tanda ‘PENTING’ di otak gw. Nah, ketika gw bertemu Bee dan menganggap dia spesial, semua masalah waktu dan pekerjaan itu seolah-olah dapat diselesaikan dengan berbagai solusi yang semuanya kembali ke diri gw sendiri bagaimana cara memecahkannya.

Yes, I’m busy. Yes, I’m workaholic. Tapi selalu ada waktu buat orang spesial dalam lingkaran jam kehidupan gw. Itu kenyataannya.

.

[?] So, what about you?

No comments:

Post a Comment

Followers

Translate

Blogger templates