Miss Bey : Kenapa lagi Ujeeeeeeeeep?? Lu di apain lagi sama orang?
Sonix : Interesting. Are you on the edge of a new relationship?
WSW : …
Guys…Gw ga’ lagi kenapa-napa koq. SUMPAH deeeeeh. Status gw itu emang apa yang lagi ada di kepala gw aja selama minggu ini. Tenang-tenang…Ujep baik-baik saja koq. Ujep tidak sedang mengalami masa krisis. Ujep tidak sedang patah hati. I’m FINE;D
So? What do you think about that?
I’m a BIG fan of HONESTY. Di semua halaman profile website-website persahabatan yang gw punya, gw selalu menuliskan hal itu. “I like HONESTY a lot. So please don’t lie to me about everything”. Jadi kalau mau kenalan sama gw, yang jujur-jujur aja deh. Gw jujur dan open sama lu, I wish you do the same thing to me lah ya. Kalau masih ga’ jujur juga, silahkan ke dokter mata ya bu…atau maybe ikutan dulu KEJAR PAKET A B C D biar ga’ BUTA HURUF.
Dengan saling jujur satu sama lain di awal sebuah relationship, itu bakalan membantu memperpanjang umur sebuah relationship. Kalau ada sebuah kebohongan yang ditutup-tutupi di awal dan ketahuan di kemudian hari gimana coba? Syukur-syukur kalau dapat pasangan yang baik hati, suci nan polos sehingga dengan mudah bisa menerima dan memaafkan. Kalau ga’? TALAK! CERAI! (sambil menyilangkan kedua jari telunjuk ala video klip Lanang, ‘kau khianaaatiiiii hati iniiiii….’) Yaaaah semuanya itu tergantung dari level kebohongannya juga siy. Cuma serendah apapun level kebohongannya, better to be honest aja deh. Remember this! Kebohongan, selihai apapun kamu menyembunyikannya pasti bakal ketahuan juga.
Kalimat itu bukan keluar tanpa alasan. Gw termasuk korban keganasan dari kebohongan yang tidak terkuak diawal sebuah relationship. Makanya, prinsip HONESTY sekarang benar-benar gw pegang. Sebenarnya dari dulu sih, cuma sekarang lebih FREAK lagi. Kalau dari awal saja sudah kelihatan keganjilan, keganjalan dan keabsurdan sikap, mending langsung di CUT OUT aja deh. Masih banyak ikan di laut koq.
Jadi, kapan perlunya HONESTY itu dijalankan? IN THE BEGINNING kalau dalam arti otak gw siy sejak PEDEKATE.
Apa ya enaknya BOHONG? Gw kalau bohong bawaannya jadi deg-degan. Ngomong jadi kaku. Bernafas jadi ga’ enak. Kebawa sampai mimpi juga loh.
Ada loh orang yang semua kehidupannya isinya cuma kebohongan. Jadi dia, si Liarman, merangkai sebuah cerita yang saling bersambungan tentang dirinya, dan ternyata semuanya itu bohong. Bayangkan, SEMUANYA. Yah…ada siy yang jujur, pas dia memperkenalkan namanya. Namanya asli, ga’ pake bohong.
Apa otaknya ga’ capek ya harus mengarang cerita melulu. Belum lagi dia harus mengingat kebohongan-kebohongan sebelumnya biar ga’ salah bohong. Dan dia harus ingat juga, ngomong cerita ke si A harus dibedakan sedikit dengan ngomong cerita ke si B. Ribet cyiiiin. Resultnya? Kebongkar juga semua kebohongannya dan dia sekarang jadi BLACKLIST semua orang. Yah…menuai hasil sesuai yang kamu tanam, kan?
Kalau gw kayak gitu gimana ya? Setiap saat deg-degan, ga’ bisa ngomong, asma, mimpi ga’ tenang, bangun-bangun kantung mata sudah tebal gara-gara tidurnya ga’ nyenyak. Wajah ga’ fresh lagi. Ga’ cantik lagi. Mending ga’ hidup deh.
Kemarin ada yang menarik dari Twitter teman gw, si Dan. Bunyinya “Lebih baik jujur tapi malu? Atau bohong tapi ga’ malu? Pilih yang mana?”.
Easy for me, gw langsung retweet ”Honesty is everything beib”. Gw lebih pilih jujur tapi malu daripada bohong tapi ketahuan. Kan jadi malu-maluin kalau ketahuan bohong. Lebih baik malu daripada malu-maluin, secara kalau malu cuma sekali malunya. Kalau malu-maluin kan dua kali malunya, ketambahan in lagi (Loh koq?;). Kalau kita sudah bohong sekali, trust me (it works;), kebohongan itu bakalan dikenang sepanjang masa. Ga’ cukup cuma dikenang, kalau di dunia banci siy ketambahan disebar luaskan. Aduh aduh…malu kan kalau kita terkenalnya malah karena kebohongan yang kita perbuat. Hehehehe…
Hidup itu sudah susah, jangan dipersulit lagi dengan kebohongan. Mari kita galakkan hidup jujur senantiasa. Setubuh (Setuju) kawan-kawan?
.
Sonix : Interesting. Are you on the edge of a new relationship?
WSW : …
Guys…Gw ga’ lagi kenapa-napa koq. SUMPAH deeeeeh. Status gw itu emang apa yang lagi ada di kepala gw aja selama minggu ini. Tenang-tenang…Ujep baik-baik saja koq. Ujep tidak sedang mengalami masa krisis. Ujep tidak sedang patah hati. I’m FINE;D
So? What do you think about that?
I’m a BIG fan of HONESTY. Di semua halaman profile website-website persahabatan yang gw punya, gw selalu menuliskan hal itu. “I like HONESTY a lot. So please don’t lie to me about everything”. Jadi kalau mau kenalan sama gw, yang jujur-jujur aja deh. Gw jujur dan open sama lu, I wish you do the same thing to me lah ya. Kalau masih ga’ jujur juga, silahkan ke dokter mata ya bu…atau maybe ikutan dulu KEJAR PAKET A B C D biar ga’ BUTA HURUF.
Dengan saling jujur satu sama lain di awal sebuah relationship, itu bakalan membantu memperpanjang umur sebuah relationship. Kalau ada sebuah kebohongan yang ditutup-tutupi di awal dan ketahuan di kemudian hari gimana coba? Syukur-syukur kalau dapat pasangan yang baik hati, suci nan polos sehingga dengan mudah bisa menerima dan memaafkan. Kalau ga’? TALAK! CERAI! (sambil menyilangkan kedua jari telunjuk ala video klip Lanang, ‘kau khianaaatiiiii hati iniiiii….’) Yaaaah semuanya itu tergantung dari level kebohongannya juga siy. Cuma serendah apapun level kebohongannya, better to be honest aja deh. Remember this! Kebohongan, selihai apapun kamu menyembunyikannya pasti bakal ketahuan juga.
Kalimat itu bukan keluar tanpa alasan. Gw termasuk korban keganasan dari kebohongan yang tidak terkuak diawal sebuah relationship. Makanya, prinsip HONESTY sekarang benar-benar gw pegang. Sebenarnya dari dulu sih, cuma sekarang lebih FREAK lagi. Kalau dari awal saja sudah kelihatan keganjilan, keganjalan dan keabsurdan sikap, mending langsung di CUT OUT aja deh. Masih banyak ikan di laut koq.
Jadi, kapan perlunya HONESTY itu dijalankan? IN THE BEGINNING kalau dalam arti otak gw siy sejak PEDEKATE.
Apa ya enaknya BOHONG? Gw kalau bohong bawaannya jadi deg-degan. Ngomong jadi kaku. Bernafas jadi ga’ enak. Kebawa sampai mimpi juga loh.
Ada loh orang yang semua kehidupannya isinya cuma kebohongan. Jadi dia, si Liarman, merangkai sebuah cerita yang saling bersambungan tentang dirinya, dan ternyata semuanya itu bohong. Bayangkan, SEMUANYA. Yah…ada siy yang jujur, pas dia memperkenalkan namanya. Namanya asli, ga’ pake bohong.
Apa otaknya ga’ capek ya harus mengarang cerita melulu. Belum lagi dia harus mengingat kebohongan-kebohongan sebelumnya biar ga’ salah bohong. Dan dia harus ingat juga, ngomong cerita ke si A harus dibedakan sedikit dengan ngomong cerita ke si B. Ribet cyiiiin. Resultnya? Kebongkar juga semua kebohongannya dan dia sekarang jadi BLACKLIST semua orang. Yah…menuai hasil sesuai yang kamu tanam, kan?
Kalau gw kayak gitu gimana ya? Setiap saat deg-degan, ga’ bisa ngomong, asma, mimpi ga’ tenang, bangun-bangun kantung mata sudah tebal gara-gara tidurnya ga’ nyenyak. Wajah ga’ fresh lagi. Ga’ cantik lagi. Mending ga’ hidup deh.
Kemarin ada yang menarik dari Twitter teman gw, si Dan. Bunyinya “Lebih baik jujur tapi malu? Atau bohong tapi ga’ malu? Pilih yang mana?”.
Easy for me, gw langsung retweet ”Honesty is everything beib”. Gw lebih pilih jujur tapi malu daripada bohong tapi ketahuan. Kan jadi malu-maluin kalau ketahuan bohong. Lebih baik malu daripada malu-maluin, secara kalau malu cuma sekali malunya. Kalau malu-maluin kan dua kali malunya, ketambahan in lagi (Loh koq?;). Kalau kita sudah bohong sekali, trust me (it works;), kebohongan itu bakalan dikenang sepanjang masa. Ga’ cukup cuma dikenang, kalau di dunia banci siy ketambahan disebar luaskan. Aduh aduh…malu kan kalau kita terkenalnya malah karena kebohongan yang kita perbuat. Hehehehe…
Hidup itu sudah susah, jangan dipersulit lagi dengan kebohongan. Mari kita galakkan hidup jujur senantiasa. Setubuh (Setuju) kawan-kawan?
.
[?] Hidup jujur!!!
No comments:
Post a Comment