Maaf buat semua umat manusia di dunia, saya tidak merayakan April Mop. Karena hal tersebut sangat bertentangan dengan prinsip hidup saya yang sangat menjunjung tinggi arti sebuah kejujuran. Saya tidak sanggup untuk membohongi sesama umat manusia yang sungguh teramat sangat saya kasihi. Sebuah dosa besar bagi saya apabila melakukan satu, ya satu saja kebohongan yang dapat menyakiti hari mereka.
BLAH! We2 pasti bakal bilang begitu kalau baca post ini. Begitu juga dengan makhluk-makhluk lain yang membaca postingan ini. Ayo cepet semuanya diambil dulu ember muntahnya. Xixixixi.
Tapi jujur, gw ga’ merayakan April Mop lagi sejak 2008. Ingat banget dulu pas zaman sekolah, gw sama teman-teman gw berlomba-lomba menjadi juara pembohong di hari April Mop. Yang terbanyak berhasil membohongi orang, dialah juaranya. Sampai sekarang gw juga ga’ ingat kebohongan April Mop apa saja yang pernah gw lakukan. Karena semuanya itu kurang heboh. Gw ga’ berani bohong yang aneh-aneh. Takut beresiko. Nggak lucu kan tiba-tiba ada sesuatu yang buruk menimpa sebagai efek dari kebohongan yang sebenarnya ga’ perlu dilakukan?
April Mop yang oke menurut gw tahun ini datang dari Papa Chan. Who’s Papa Chan? Sebagai Creative Director di kantor gw, beliau (ceileee bahasa gw, sok hormat banget dah) memiliki peranan yang penting di kantor ini. Papa Chan adalah seorang yang lempeng, flat, datar. Kesimpulannya, manusia tanpa ekspresi deh. Jadi, kita semua ga’ bakalan menyangka kalau dia akan sudi melakukan hal-hal yang aneh.
Tanggal 31 Maret kemarin Ia berulang tahun. Seperti biasa Ia masuk pagi-pagi sekali sebelum kantor ini terisi penuh oleh karyawan, setelah hari sebelumnya Ia mengambil cuti. Dan pagi itu pula seluruh tim kreatif beserta Big Boss (Mbak Amalia dan Pak Handoko) mendapatkan sebuah email yang mengejutkan.
‘Katanya waktu terasa cepat kalau kita menikmati hidup di dalamnya. Dan saya merasa begitu selama di adwork ini. Banyak yg datang dan pergi selama hampir 4 tahun ini, dan saya tahu suatu saat adalah giliran saya.
Hal ini sudah saya pikirkan dari sebulan lalu dan dua hari cuti kemarin memantapkan saya untuk memutuskan. Memang mendadak, saya belum bicara dengan manajemen, khususnya Ibu Amalia yang sudah begitu mendukung saya selama ini, maaf ya. Sebenarnya saya berharap Mas Ndang juga ada sewaktu saya mengumumkan ini, tapi beliau sedang ibadah sampai minggu depan.
Terima kasih untuk teman2 kreatif yang sudah bekerja keras. Juga teman2 di account yang sering kena sentilan dari saya. Terima kasih semuanya yang tidak saya sebutkan satu persatu. Saya belajar banyak dari Anda semua.’
BLAH! We2 pasti bakal bilang begitu kalau baca post ini. Begitu juga dengan makhluk-makhluk lain yang membaca postingan ini. Ayo cepet semuanya diambil dulu ember muntahnya. Xixixixi.
Tapi jujur, gw ga’ merayakan April Mop lagi sejak 2008. Ingat banget dulu pas zaman sekolah, gw sama teman-teman gw berlomba-lomba menjadi juara pembohong di hari April Mop. Yang terbanyak berhasil membohongi orang, dialah juaranya. Sampai sekarang gw juga ga’ ingat kebohongan April Mop apa saja yang pernah gw lakukan. Karena semuanya itu kurang heboh. Gw ga’ berani bohong yang aneh-aneh. Takut beresiko. Nggak lucu kan tiba-tiba ada sesuatu yang buruk menimpa sebagai efek dari kebohongan yang sebenarnya ga’ perlu dilakukan?
April Mop yang oke menurut gw tahun ini datang dari Papa Chan. Who’s Papa Chan? Sebagai Creative Director di kantor gw, beliau (ceileee bahasa gw, sok hormat banget dah) memiliki peranan yang penting di kantor ini. Papa Chan adalah seorang yang lempeng, flat, datar. Kesimpulannya, manusia tanpa ekspresi deh. Jadi, kita semua ga’ bakalan menyangka kalau dia akan sudi melakukan hal-hal yang aneh.
Tanggal 31 Maret kemarin Ia berulang tahun. Seperti biasa Ia masuk pagi-pagi sekali sebelum kantor ini terisi penuh oleh karyawan, setelah hari sebelumnya Ia mengambil cuti. Dan pagi itu pula seluruh tim kreatif beserta Big Boss (Mbak Amalia dan Pak Handoko) mendapatkan sebuah email yang mengejutkan.
‘Katanya waktu terasa cepat kalau kita menikmati hidup di dalamnya. Dan saya merasa begitu selama di adwork ini. Banyak yg datang dan pergi selama hampir 4 tahun ini, dan saya tahu suatu saat adalah giliran saya.
Hal ini sudah saya pikirkan dari sebulan lalu dan dua hari cuti kemarin memantapkan saya untuk memutuskan. Memang mendadak, saya belum bicara dengan manajemen, khususnya Ibu Amalia yang sudah begitu mendukung saya selama ini, maaf ya. Sebenarnya saya berharap Mas Ndang juga ada sewaktu saya mengumumkan ini, tapi beliau sedang ibadah sampai minggu depan.
Terima kasih untuk teman2 kreatif yang sudah bekerja keras. Juga teman2 di account yang sering kena sentilan dari saya. Terima kasih semuanya yang tidak saya sebutkan satu persatu. Saya belajar banyak dari Anda semua.’
Shock! What the hell? Mau resign kok ga’ bilang-bilang. Keji! Dianggap apa kita selama ini sebagai anak buahnya? Begitulah kira-kira reaksi yang timbul setelah membaca email itu. Gw dan I’it langsung berdiskusi untuk ikutan resign juga. Tim Mikal malah berunding untuk ikutan hijrah juga ke kantor baru Papa Chan. Udin bersedih hingga hampir menitikkan air mata. Yang lain kebanyakan sangat tidak rela dengan keputusan ini. Sampai tiba waktu yang Ia janjikan untuk memberi penjelasan, kami pun semua berkumpul di meeting room besar di lantai 2.
Kami semua terdiam. Menunggu penjelasan keluar dari mulutnya. Penjelasan diawali dengan analogi sebab musabab email tersebut dikirim. Ada berhubungan dengan istrinya yang kerja di agency lain dan juga akibat penjelasan stimulus dari Strategic Planner, Mbak Chanty. Katanya:
‘Kalau tidak ada email tersebut kan kita semua jarang bisa kumpul di dalam satu tempat seperti ini. Makanya sebentar lagi kita akan makan-makan bakso di bawah untuk merayakan ulang tahun ini.’
Sontak kita semua langsung berteriak. Entah sumpah serapah apa yang dibarengi dengan tawa keluar dari mulut kami. Kami benar-benar tertipu. Dan Papa Chan cuma bilang : ‘Memangnya saya ada menulis kata-kata resign di email itu?’
Damn, you are right!
April Mop kedua datang di akhir hari. Ketika hari sudah akan berganti menjadi 2 April, tiba-tiba Mr. F kirim message di YM.
‘Jep. Kaki gw sakit banget niy. Kayaknya ada yang ga’ bener deh. Sendi lututnya tau-tau ada yang nonjol gitu. Gimana ini?’
Gw baru baca message itu pukul 23.00. Karena sebelumnya gw lagi arisan sama gank Global Warming di Tee Box. Gw telat baca SMS-nya. Buru-buru gw balas.
‘Waduh, kok tambah parah. Mana kamu mau ke Bkk lagi? Gini aja, besok kita beli wrist buat lutut cedera yang biasa di pakai atlet-atlet. Lumayan bisa bantu kamu jalan dan kurangi rasa sakitnya.’
Tidak ada jawaban. Gw menduga pasti dia sudah ketiduran. Gw sangat khawatir dengan kondisi kesehatan kakinya yang semakin parah akhir-akhir ini. Sudah kayak ibu-ibu aja bawelnya. Bawel buat mengingatkan dia supaya check up ke dokter, bukan diurut. Gw ga’ mau apa yang menimpa nyokap gw menimpa dia juga. Besok siangnya, gw kirim SMS.
‘Sudah baikan? Kemarin kok ga’ jawab SMS? Udah bobo ya? Ntar gw jemput lu ya buat ke Sport Station beli wrist-nya’
Tak lama kemudian dia menjawab.
‘Oh udah telat SMS yang kemarin. Gw mau bikin April Mop buat lu malah ketiduran. Hehehehehe’
I hate April Mop. Gw sudah khawatir tentang kondisi lu ternyata itu semua cuma bualan belaka. HUH! Cuma gw ga’ bisa marah sama Mr. F. Kamu terlalu imut buat dimarahi (sekali lagi para pembaca, siapkan ember kaliaaaaaan!)
April Mop yang paling berkesan adalah pas tahun 2008. Bulan dimana gw baru satu bulan bekerja di ibukota ini. Tiba-tiba saja gw punya ide untuk menjahili temen gw. Pada saat itu gw emang lagi deket sama Popo. Nah, pagi-pagi itu gw ngirim message melalui YM ke Wil.
Gw : Mi…Gw mau balik Surabaya. Mau pulang kampung?
Wil : Hah? Kenapa nak?
Gw : Iya Mi. Ga’ kuat hidup disini. Ga’ kuat menerima kenyataan hidup.
Wil : Kenapa? Masalah kerjaan?
Gw : Bukan. Masalah Popo, Mi.
Wil : Kenapa?
Gw : Gw ditolak Popo, Mi.
Wil : Hah? Kok bisa?
Gw : Iya. Kemarin weekend kita berantem. Terus marahan. Ya gitu deh, Mi. Akhirnya dia ga’ mau sama gw. Gw sedih, Mi. Gw depresi.
Wil : Aduuuuh. Serius lu?
Gw : Iya, Mi. Gw ga’ sanggup menahan beban ini. Gw ga’ bisa menerima kenyataan kalau orang yang gw sukai tidak menerima cinta gw.
Wil : Aduuuuh. Jangan lah, nak. Masih muda juga kok. Masih banyak ikan di laut.
Gw : Ga’ bisa, Mi. Gw dah terlanjur jatuh cinta sama dia:( Gw bener-bener ga’ sanggup.
Wil : Aduuuuh. Kok jadi gini sih. Jangan dong. Ayo semangat.
Gw : Huhuhuhuhuhu.
Wil : Eh, tanggal berapa ini? Sialan April Mop ya. Gw baru liat tanggalan! Ga’ nyadar kalau ini 1 April.
Gw : Huahahahahaha. Sukseeeeees!!!
Wil : Sialan! Gw kira beneran. Habis weekend kemarin kan emang lu lagi berantem sama dia. Jadi gw pikir beneran.
Gw : Hihihihihihihihi. Happy April Mop, Mi.
Hari itu karena sibuk kerja, gw cuma berhasil menipu dua orang saja melalui YM dengan modus yang sama. Keduanya sukses dengan besar.
Tiga hari kemudian, gw bener-bener ditolak Popo.
Setahun kemudian, gw mulai tidak merayakan April Mop.
.
[?] Sumpah ane zuzur!!!
No comments:
Post a Comment