Monday, October 1, 2012

BSK

BSK??

Apaan tuh?

Buku Silat Karate…Ciaaaat

Badan Sosial Kenegaraan…Berat bener buuu

Besok Selasa Kali…Enakan Jumat, weekend;p

Boong Sekali Kualat…Ga juga…

Baru Saya Kirimkan…Tapi belum saya terima tuh

Bukan Sembarang Kondom…Tsk…




Salah…salah. Istilah BSK muncul tepatnya pada 17.01.2010  01.04 pm.

Dimana tercetusnya? Di parkiran P apartment gw, tepatnya di dalam kabin sebuah mobil ngondek. Mobilnya si Han. Perdebatan antara Han dan We tiba-tiba memunculkan sebuah istilah baru. BSK…

“Kon iku BSK cyiiin, Banci Suka Kepo”, Han said it to We yang super duper bawel nanyaaaa mulu tentang semua gebetannya Han.

Bukan tanpa alasan istilah itu tercetus, tapi memang masih ada relationnya koq. Banci-banci kayak kita ini emang suka kepo, selain narsis tentunya. Kepo itu sudah menjadi sifat kedua yang wajib dimiliki banci-banci gossiper. Kan cikal bakal dari ngerumpi gossip adalah rasa ingin tahu yang berlebih. Makanya istilah tersebut TEPAT banget buat banci.xixixi

Kalau ada sesuatu informasi yang menarik, para BSK pasti mengerahkan segala cara dan tenaganya untuk mendapatkan informasi tersebut. Selalu ada 1001 cara buat mendapatkan informasi demi sebuah bahan obrolan yang sensasional.




Contoh kasus nih :

Kasus 1 
Apartment gw   22.01.2010   04.05 am

Pulang dari pemotretan produk kecantikan, melangkah dengan gontai menuju kamar. Pemotretan hari ini terasa berat. Pemotretan produk yang biasanya dilakukan sendiri kini diikuti oleh klien yang ingin tahu. Alhasil pemotretan memakan waktu yang sangat lama. Hingga subuh pun pemotretan belum selesai. Ya sudahlah, yang penting hari ini kelar.

Ting! Pintu lift terbuka di lantai 9, lantai gw. Tetap berjalan menyusuri lorong dengan berat dengan pandangan menatap ke ujung lorong. Nasib punya kamar paling ujung ya gini, jauuuuuuh banget perjalanannya.

BRAK!!

Gw terdiam. Menoleh sesaat ke arah kanan. Berusaha mencari tahu suara apa yang baru gw dengar.

BUK!!

Pintu kamar bergoyang. Daun pintu berusaha di buka paksa. Terdengar suara wanita berteriak dengan menggunakan bahasa asing. Sepertinya bahasa kanton. Terdengar pula suara pria yang tak kalah geram menimpali, juga dengan bahasa kanton.

“Waaaah tetanggaku ada yang lagi berantem”, dalam hati berkata.

Perlahan-lahan bergerak melangkah ke depan. Tetap berat. Kali ini bukan berat karena lelah, tapi berat untuk tidak memenuhi hasrat kepo yang terlanjur memuncak.

BRAK!!

Aduh, lama-lama kok ya serem ya. Mending mengamatinya dari kejauhan aja deh. Kalau tau-tau pintunya berhasil dibuka dan ada gw di depan pintu, bisa-bisa gw yang ditimpuk sandal. Akhirnya cepat-cepat gw berlari menuju kamar. Pintu kamar dibuka dan gw biarkan terbuka supaya tetap terdengar. Kan lumayan kalau tiba-tiba tim BUSER datang ke lokasi kejadian, gw sebagai orang yang tahu kejadian perkaranya kan bakal di wawancara buat dimintai keterangan a.k.a masuk tv. Teteeeeep narsiiiiiis. Kejadian demi kejadian gw laporkan via twitter malam itu, mengundang BSK-BSK lainnya untuk mengomentari.

Endingnya? Ga’ tau deh, gw ketiduran.





Kasus 2
Mall Citraland   24.01.2010   03.14 pm

Terlihat 4 pria tampan nan menawan sedang duduk dengan santainya di coffeeshop Jco. Mereka terlihat asyik bercengkrama satu sama lain sambil sesekali meminum kopi dari tumbler. CUT!

Lebay banget deh, yang minum kopi cuma si Hin doang koq. Lagian gw aja nyaris ketiduran karena musik yang lagi diputar bener-bener mendukung buat bobo. Si Han dan We baru aja datang setelah urusan mendandani diri mereka di salon selesai. Jadi apa yang menarik dari sebuah pertemuan yang biasa-biasa saja itu.

Entah siapa yang pertama kali melihat (antara si Hin dan Han), tiba-tiba di samping kaca tempat kita nongkrong, ada sepasang kekasih yang sedang berantem.

Hin/Han : Ya olooooh cyiiin, ada yang berantem…(mata melirik tajam ke arah pasangan tersebut)

Gw/We : Mana?(reflek langsung memutar kepala ke arah kanan belakang untuk melihat kejadian tersebut dan buru-buru mengembalikan kepala gw ke posisi semula)

Gw : Damn…kok posisi gw ga’ enak bener sih buat nonton. Kalo gw spesial muter kepala bakalan ketahuan dong kalo gw lagi menyaksikan, bahkan menikmati pertengkaran mereka.

Han : (ga’ peduli omongan gw) Aduuuuh boook, mau di gampar lakinya!

Hin : Waduh yang perempuan hamil loh.

Gw : (mupeng pengen liat)(Muter otak,gimana caranya supaya bisa ngeliat)(tiba-tiba muncul bola lampu di atas kepala gw, TINGELING!)

Dengan segera gw merogoh kantong kanan celana gw. Apa yang gw keluarin? My lovely Nokia N76. Tau N76 ga’? Handphone yang gw beli karena bentuknya yang stylish. Flip, slim, dan salah satu faktor plusnya lagi adalah mirror. Duh duh ngerti banget kebutuhan banci yang demen banget ngaca.

Gw langsung ngatur sudut derajat kemiringan, derajat ketinggian, dan derajat wanita dan pria yang lagi berantem di tangga turun itu. Yak! Got it!

Han : Ya olooh cyiiiin niat benerrrrrrrrr sampai segitunya.

Gw : Ssssssttttt berisik. Kira-kira mereka lagi berantem apa ya? Ga’ mungkin dong berantem heboh gitu cuma gara-gara debat milih kereta dorong bayi.

Akhirnya gw berada dalam posisi freeze memegang handphone gw selama 20 menit. Sebuah pertengkaran yang cukup lama (walau lebih banyak saling menatap dan tarik-tarikan tangan) yang berakhir dengan sang pria menarik paksa sang wanita untuk jalan bersamanya kembali. Dasar pria egois. Tapi masih kepo, ada apa sebenarnya di antara mereka.





Nah…kepo banget, kan?

Loh loh…kok rasanya yang di kasus itu cuma gw yang kelihatan kepo ya. Apa emang gw yang terlalu kepo? Gawat, harusnya yang kepo kan si Ditadee, bukan gw. Jangan sampai gelar miss kepo 2010 jatuh ke tangan gw. Damn…


.

[?] Jadi, apa yang kamu pikirin hari ini? Yaaah kepo lagi deh.

No comments:

Post a Comment

Followers

Translate

Blogger templates